Kemenag Jambi Jamin Dana Haji Aman

Jumat, 18 Juni 2021 - 12:22:50 WIB

JAMBI - Kanwil Kemenag Provinsi Jambi menjamin uang Calon Jemaah Haji (CJH) di Provinsi Jambi aman. Uang tersebut tetap disimpan di bank tempat mereka mendaftar.

 

Dengan pembatalan keberangkatan haji tahun ini, di Provinsi Jambi yang sudah mendaftar dan menunggu diberangkatkan ke Tanah Suci saat ini berjumlah 81.518 orang.

 

Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi mencatat biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang terkumpul sebesar Rp 2.102.296.182.098 triliun yang dikelola oleh Badan Pengelola Kuangan Haji (BPKH).

 

Ini berasal dari calon jamaah haji reguler sebanyak 80.266 orang dan calon jamaah haji khusus sebanyak 1252 orang. Untuk haji reguler biaya setoran awal Bipih sebesar Rp 25 juta dan biaya pelunasan sebanyak Rp 8.083.602.

 

“Setiap calon jemaah haji itu masing-masing membayar Bipihnya ke Bank yang telah ditunjuk pemerintah, dana itu langsung masuk ke rekening BPKH,” kata Yazid Kasubid Humas dan Umum Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Kamis (17/6).

 

Lanjutnya, dana tersebut aman, dan bisa digunakan jika keberangkatan jamaah haji akan diselenggarakan. “Kalau memang kuota keberangkatan jemaah sudah dibuka, saya yakin dananya siap,” sebutnya.

 

Sementara itu untuk calon jemaah yang telah melakukan penarikan uang pelunasan pada tahun 2020 hinggal kini baru 29 orang CJH yang menarik pelunasannya.

 

“Yang menarik ini 26 orang pada tahun 2020 dan ada 3 orang tahun 2021 ini tapi sebelum pengumuman pembatalan keberangkatan,” tambahnya.

 

Diketahui sebelumnya, Kemenag RI telah mengumumkan bahwa kebarangkatan haji di tahun ini kembali dibatalkan mengingat masih merbaknya pandemic Covid-19. di sisi lain, pemerintah Arab belum menerima jemaah haji dari luar negeri.

 

“Mereka masih mengutamakan jemaah yang ada di Arab saja, mereka tak menerima jemaah dari luar,” ungkapnya.

 

Dengan demikian, pandemi Covid-19 diharapkan segera hilang, sehingga semua masyarakat dapat menjalankan ibadah seperti biasa salah satunya yakni ibadah haji yang kini telah dua kali dibatalkan. (slt)






BERITA BERIKUTNYA

loading...