Bagaimana upaya mencapai produktivitas kerja sebagai tim ?

Senin, 31 Mei 2021 - 14:18:49 WIB

 

Serdik Sespimmen 61 pada bulan mei 2021 selama 3 hari mendapatkan bekal pelatihan kepemimpinan melalui kegiatan ESQ. Salah satu serdik yang mengikuti giat pelatihan tersebut adalah Serdik Ike yulianto w, SH., SIK., MH yang merupakan mantan Kasat Reskrim Polres Merangin. Dalam pelatihan ESQ tersebut diajarkan tentang Leadership, upaya dalam mencapai produktivitas kerja tim, Kemampuan individu membangun Tim Leadership serta bagaimana membangun komunikasi, motivasi dan semangat dalam soliditas Tim work. Yang kita bahas dalam tulisan ini adalah bagaimana mencapai produktivitas kerja dalam tim. 

 

Perkembangan Teknologi membawa kita ke Era 4.0, dimana pada era ini muncul kondisi yang diistilahkan dengan nama “VUCA” (Volatility, Uncertainity, Complexity, Ambiguity). Eksistensi organisasi Polri saat ini berada pada tantangan era “VUCA”. Volatility (bergejolak) merupakan situasi lingkungan yang labil berubah sangat cepat dalam berbagai hal dalam skala besar. Uncertainty (tidak pasti) bermakna sulitnya memprediksi dengan akurat isu dan peristiwa apa yang akan terjadi. Complexity (kompleks) tantangan menjadi lebih rumit karena multi faktor yang saling terkait. Ambiguity (tidak jelas) dimanifestasikan dalam kurangnya kejelasan dan kesulitan memahami dengan tepat apa situasinya. 

 

Seorang pemimpin merupakan eksekusi atau penentu arah untuk membawa kepada tujuan yang akan dia capai, namun demikian dalam proses pencapaian tujuan selalu terdapat kendala, dimana pada umumnya transformasi yang dilakukan adakalanya gagal karena hanya menggunakan “Kepala (Head)” tanpa “Hati (Heart)”. 

 

Dengan demikian pemimpin yang berhasil dalam melakukan transformasi adalah selalu melibatkan aspek “Hati (Heart)” untuk mendorong kegigihan, kebersamaan, insiatif, semangat, kemandirian, kreatifitas, tanggungjawab dan rasa syukur. Dalam hal ini pemimpin Polri pada tingkat KOD (Polres) bukan hanya memanage atau mengelola suatu program tetapi juga harus mampu memanage suatu budaya dalam tim. 

Untuk itu pemimpin Polri di tingkat KOD (Polres) harus memiliki “super agility” (kemampuan untuk berfikir dan memahami keadaan dengan cepat) agar mampu memanage suatu budaya dalam tim dalam menghadapi perubahan di era multi disrupsi saat ini yaitu diantaranya, change agility (beradaptasi dengan perubahan), mental agility (bertahan dalam kondisi apapun), people agility (siap bekerja sama dengan siapapun), learning agility (semangat belajar terus-menerus), dan result agility (tetap berprestasi dalam kondisi apapun), sehingga dapat menentukan pencapaian produktivitas kerja tim.

 

Maka sebagai langkah dalam mengambil keputusan sesuai tugas pokok dan fungsi penulis dalam organisasi Polri yaitu sebagai berikut : 

1. Selalu senantiasa mengedepankan hak anggota.

2. Menjabarkan tanggung jawab bersama.

3. Melibatkan anggota dalam mengambil keputusan dan kebijakan.

4. Mengadakan dialog komunikasi dua arah.

5. Tidak pilih kasih (non diskriminatif).

6. Tidak arogan dan sok kuasa.

7. Meningkatkan disiplin diri bersama anggota tim.

 

Untuk itu dalam mencapai produktivitas kerja organisasi Polri dibutuhkan peran pemimpin, khususnya ditingkat KOD yang bukan hanya mampu memanage atau mengelola suatu program tetapi juga harus mampu memanage suatu budaya dalam tim, sehingga pemimpin pada tingkat KOD harus memiliki super agility. (*/tim)






BERITA BERIKUTNYA

loading...