Heri: Kekerasan Terhadap Jurnalis Ancaman Bagi Kebebasan Pers dan Demokrasi

Polisi Cari Pengeroyok Wartawan

Senin, 31 Mei 2021 - 12:54:05 WIB

 

 

MUARABUNGO – Kepolisian mulai bergerak, menyelidiki pengeroyokan dua wartawan yang bertugas di Kabupaten Bungo, yaitu Taufik (TV One) dan Yadi (Jambi One). Peristiwa ini sendiri terjadi Sabtu (29/5) lalu, di SPBU 23.372.13 tepatnya di Jalan Lingkar, Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, pukul 17.45.

 

“Laporan sudah kita terima. Masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolres Bungo AKBP Mokhamad Lutfi, Minggu (30/5). Pihaknya saat ini masih mencari fakta-fakta di lapangan, untuk dapat meringkus para pelaku.

 

Sekretaris PWI Provinsi Jambi, Hery FR menyesalkan kejadian ini. Dia menyarankan perusahaan pers tempat dua jurnalis tersebut bernaung turut membuat laporan tindak pidana ke polisi.

 

"Dan saya juga minta kepada polisi serius menyelesaikan kasus ini. Dan berharap masyarakat dan semua elemen untuk memahami tugas dan profesi dari jurnalis," kata dia. 

 

Apalagi sambungnya, kejadian tersebut bertentangan dengan Undang-undang sebagaimana yang diatur dalam Pasal 8 UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers yang menyatakan, dalam menjalankan profesinya karena jurnalis mendapat perlindungan hukum. Kerja jurnalistik meliputi mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah hingga menyampaikan kepada publik. 

 

Intimidasi atau kekerasan terhadap jurnalis yang tengah melaksanakan tugas adalah ancaman nyata bagi kebebasan pers dan demokrasi.

 

Informasi yang dihimpun, kedua wartawan ini tengah melakukan investigasi terhadap dugaan pelangsir minyak di SPBU tersebut. “Kejadiannya itu menjelang Magrib. Ada sebuah mobil truk tanki di sana. Taufik dan Yadi langsung mengambil gambar dan video,” ujar Iwan, salah satu saksi yang ikut mendampingi dua wartawan saat di lokasi. 

 

Tak berapa lama kemudian, mereka langsung diserang oleh sekelompok orang. Hanphone dan handycam direbut paksa, foto dan video dihapus dan hanphone dan memori card dibuang.

 

Kedua wartawan tersebut sempat mendapat perawatan di IGD RSUD Hanafie Muarabungo. Keduanya mendapatkan luka yang cukup parah. Terpisah, Edi Kusnadi selaku Manager SBPU 23.372.13 saat dijumpai mengatakan, awalnya kedua wartawan tersebut dari pukul 08.00 sudah berada di depan SPBU di sebuah warung.

 

“Mereka duduk bersama saya sampai jam 12.00. Dari situ, saya permisi sama mereka untuk pulang ke rumah. Sekitar pukul 17.40 saya ditelepon karyawan SPBU, bahwa terjadi keributan dan saya langsung ke sana,” ceritanya. Tiba di sana, dia melihat sudah terjadi pengeroyokan. Edi langsung menyelamatkan satu orang, yaitu Yadi. Taufik saat itu di luar SPBU di jalanan aspal. Menurutnya, pengeroyok adalah warga sekitar. “Karyawan SPBU hanya menyelamatkan dan memisahkan,” kata dia.

 

Menurutnya, sopir truk marah karena kegiatan kedua wartawan tersebut. Pihak SPBU sendiri kata dia, tidak bisa memastikan mana yang melangsir ataut idak. “Semua mobil mengisi melalui tangki, bukan ke dalam jerigen atau sejenisnya,” kata dia. Edi juga menegaskan, tidak ada aktivitas illegal di SPBU nya tersebut.

 

Pihak kepolisian menurutnya juga sudah melakukan penyelidikan. “Jadi kalau memang rasanya salah ya dilanjutkan ke pihak hukum. Saya juga siap bila dipanggil Polres,” katanya. (mai)






BERITA BERIKUTNYA

loading...