Lahan Sawah dan Jagung Terendam Banjir

Debit Sungai Makin Tinggi

Kamis, 14 Januari 2021 - 10:10:28 WIB

MUARABUNGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bungo bersiap mengantisipasi luapan Sungai Batang Bungo. Sebab dalam tiga hari terakhir, debit air sungai meningkat secara signifikan.

 

"Air Sungai Batang Bungo meningkat drastis karena kiriman dari beberapa aliran sungai Batang Tebo,” kata Kepala BPBD Kabupaten Bungo, Tobroni Yusuf, pada Selasa (13/1).

 

Ia menjelaskan, dilihat dari ketinggian muka air Sungai batang Bungo selama tiga hari, meningkat cukup signifikan. Masyarakat diminta untuk tetap waspada.

 

Menyikapi peningkatan debit air Sungai Batang Bungo, BPBD menetapkan wilayah tersebut kini dalam kondisi siaga bencana banjir. Pihaknya menurunkan tim di lokasi banjir, dengan menyiapkan perahu karet dan tenda, serta memberikan imbauan kewaspadaan status siaga kepada penduduk di sekitar sungai. 

 

"Kita dalam kondisi status siaga, karena peningkatan debit air Sungai Batang Bungo tersebut masih dalam kategori normal,” kata Tobroni.

 

Meski demikian, BPBD Kabupaten Bungo tetap menghimbau masyarakat untuk waspada, karena sewaktu-waktu air dapat meningkat secara signifikan dan menyebabkan banjir, jika debit di hulu sungai melonjak.

 

Ia menjelaskan, sebagian besar masyarakat bermukim di bantaran sungai. Dimana, ada 60 persen desa dan kelurahan di Kabupaten Bungo yang wilayahnya berada di bantaran sungai.

 

Selain itu, BPBD Kabupaten Bungo turut menghimbau masyarakatnya untuk mewaspadai longsor, karena debit air sungai yang meningkat menyebabkan arus sungai semakin deras. Kondisi ini juga berpotensi menyebabkan tebing sungai longsor terbawa arus sungai.

 

“Kepada masyarakat diimbau untuk lebih waspada, terutama yang rumahnya berada di bantaran sungai,” kata tobroni

 

Sementara itu, di Kecamatan Jujuhan Ilir, banjir telah merendam ribuan petak sawah dan lahan jagung milik petani setempat.

 

Ada sekitar 8 hektar petak sawah di Aur Gading Jujuhan dengan umur padi 65 hari terendam banjir. Kemudian 10 hektare lahan kebun jagung warga di Pulau Batu dan Kuamang Jujuhan Ilir berumur 4 minggu juga terendam banjir.

 

Camat Jujuhan Ilir Khaidir Yusuf mengatakan, akibat curah hujan tinggi, sampai saat ini debit Sungai Jujuhan masih tinggi.

 

“Kita himbau waspada jika curah hujan ke depan masih tinggi,” ujarnya beberapa waktu lalu.

 

Menurut Khaidir, ada beberapa dusun terendam banjir. Yang paling terkena dampak banjir yakni Tepiandanto, Aurgading, Pulau Batu dan Kuamang.

 

Untuk usia tanaman padi kata dia, bervariasi. Ada yang baru menanam. Begitu juga dengan tanaman jagung. Kondisi ini membuat mereka harus gigit jari.

 

“Data ini sudah kami sampaikan ke dinas dan BPBD Kabupaten Bungo. Semoga ada yang dapat bantuan seperti lahan jagung yang tidak bisa panen, akan kita usahakan bisa dapat bantuan bibit juga," katanya. (mai/enn)






BERITA BERIKUTNYA

loading...