Usai Setubuhi Anak di Bawah Umur

AW Terancam Dikebiri

Rabu, 13 Januari 2021 - 10:19:31 WIB

JAMBI – Warga Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, berinisial AW (26), terpaksa meringkuk di sel tahanan Polda Jambi. Ini setelah ia dilaporkan telah menyetubuhi anak di bawah umur berinisial CI (6), Minggu (10/1) pukul 12.30 lalu.

 

AW yang kesehariannya bekerja sebagai security ini, diamankan Tim Subdit IV PPA Ditreskrimum Polda Jambi dikediamannya, tak berselang lama dari kelakuan bejatnya itu.

 

Kelakuan bejat AW ini terbongkar setelah CI mengadu ke orang tuanya, bahwa ia menerima perlakuan tidak menyenangkan dari AW. Sontak saja, orang tua CI terkejut dan melaporkannya ke Polisi.

 

Dirkrimum Polda Jambi, Kombes Pol Kaswandi Irwan menjelaskan, AW saat itu melakukan aksi bejatnya di semak-semak pinggir jalan, tak begitu jauh dari rumahnya. Rumah AW dan CI pun tak terlalu jauh.

 

Sementara untuk melancarkan aksinya itu, AW diketahui mengiming-imingi CI kue ulang tahun. Padahal saat itu, CI tidak berulang tahun. 1001 jurus pun dikeluarkan, dan akhirnya CI mau diajak AW pergi.

 

“Saat itu korban sedang main dengan teman-temannya. Tersangka datang dan mengajak korban dan teman-temannya, tapi hanya korban yang akhirnya ikut,” ungkapnya.

 

Setelah CI ikut bersama AW, tak lama AW mendorong CI ke semak-semak di pinggir jalan. Saat itu kondisi jalan sepi. Di situlah AW melampiaskan nafsu bejatnya kepada CI. Bahkan mulut CI dibekap dengan tangan AW agar tak berteriak.

 

“Korban sempat melawan. Namun karena kalah tenaga, korban akhirnya tak bisa berbuat banyak. Korban juga alami trauma akibat hal ini,” jelas Kombes Pol Kaswandi Irwan.

 

Sementara dari hasil pemeriksaan terhadap AW, AW mengaku khilaf melakukan perbuatan keji itu. Polisi juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa, baju tersangka yang dipakai saat itu, baju korban serta akta kelahiran korban.

 

Akibatnya, AW dijerat dengan pasal 81 junto pasal 82 junto pasal 76E UU 35 tahun 2014 tentang persetubuhan dan atau pencabulan anak dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun. 

 

Tak hanya itu, AW juga terancam di kebiri. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak. 

 

"Namun hal ini belum kita kenakan karena kita masih pelajari terlebih dahulu, jika bisa kita terapkan," tandasnya. (bel/zen)






BERITA BERIKUTNYA

loading...