Ratusan Honorer Terancam Dirumahkan

Belum Tau Camano

Selasa, 12 Januari 2021 - 10:26:52 WIB

BANGKO – Kebingungan terlihat di raut wajahnya. Pasalnya, dia dan ratusan rekan kerjanya sesama honorer di OPD lingkup Pemkab Merangin, terancam dirumahkan. Ya, kabar ini sudah mereka dengar. Keputusan ini sepertinya terpaksa diambil, akibat refocusing anggaran covid-19.

 

"Belum tau camano ke depannyo. Kabarnyo mau dipanggil lagi, tapi dak tau kapan," keluh seorang honorer di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Merangin. Menurutnya, ada beberapa rekannya yang memang menggantungkan hidupnya di sana.

 

"Kalau kami yang masih single ini dak pulo bingung. Makan balik dekat orang tuo. Nah yang laki bini kerjo di sano tu yang gawat," katanya. Seperti diketahui, para honorer di Dinas PU Kabupaten Merangin sudah tidak masuk kerja sejak awal tahun ini.

 

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Merangin Aspan membenarkan jika ratusan pegawai kontrak di sana sedang dirumahkan sementara. "Jumlahnya 143 orang," kata dia. Menurutnya, dirumahkannya honorer tersebut untuk diseleksi ulang.

 

Di mana mereka akan mengeluarkan orang-orang yang dianggap tidak cakap bekerja, seperti punya masalah, jarang masuk dinas dan sebagainya. "Yang betul-betul kinerjanya baik, tidak bermasalah Insya Allah dipanggil lagi. Kecuali yang bermasalah seperti menghilangkan duit kemarin, sebulan dak masuk. Itu tidak dipanggil lagi," terang Aspan.

 

"Insya Allah Senin mulai kita panggil," lanjutnya. Selain itu, pengurangan ini juga karena keterbatasan anggaran. Pasalnya APBD saat ini hanya mampu membayar separuh jumlah honorer. Padahal, mereka sangat membutuhkan tenaga honorer. 

 

"Kami juga sudah minta arahan dari pimpinan, katanya pakai enam bulan. Setelah itu kalau bisa dianggarkan dari APBD-P," pungkasnya. Hal senada juga diungkapkan Kepala BKPSDM Kabupaten Merangin Nasution.

 

Dia mengaku jika di OPD yang dipimpinnya juga terjadi pengurangan tenaga honorer di tahun 2021. "Ya, kalau di kita itu honorer ada 11 orang, yang ada dalam anggaran pembayaran itu hanya 5 orang. Jadi memang ada pengurangan tenaga honorer. Tapi kebijakan saya karena kasihan nanti saya tetap upayakan bagaimana mencari anggaran untuk untuk yang tidak bisa dibayarkan di tahun 2021 ini. Kalau jumlah keseluruhan honorer itu datanya dari SKPD masing-masing," singkatnya.

 

Terpisah Bupati Merangin Al Haris saat dikonfirmasi terkait pengurangan tenaga honorer juga membenarkan hal tersebut mengatakan, dia sudah memberitahukan sejumlah OPD untuk tidak terlalu banyak menerima honorer.

 

"Datanya saya tidak tahu berapa, karena mereka (OPD, red) yang mengeluarkan SK. Saya sudah sering mengingatkan dari jauh hari untuk mengurangi tenaga honorer, jangan ditambah, sekarang mungkin anggarannya belum jelas, maka honorer belum bekerja," kata dia.

 

Haris mengimbau sejumlah OPD untuk merampingkan tenaga honorer, apa lagi suasana covid-19 membuat mereka harus melakukan refocusing anggaran. "Jadi saya ingatkan untuk tidak lagi menambah tenaga honorer," pungkasnya. (min)






BERITA BERIKUTNYA

loading...