BPOM Tangani 113 Kasus

Awas Obat Ilegal Beredar

Rabu, 04 November 2020 - 14:25:28 WIB

 

JAMBI - Sepanjang tahun ini, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi telah menindak 113 kasus peredaran obat dan makanan ilegal di Provinsi Jambi.

 

Dari kasus tersebut, ada 16 kasus pangan tanpa izin edar. Kemudian kosmetik tanpa izin edar sebanyak 52 kasus, obat tradisional tanpa izin edar 22 kasus, serta obat keras 23 kasus.

 

Dari kasus ini, ada 3.390 item yang diamankan petugas BPOM Provinsi Jambi, dengan 267.685 pcs senilai mencapai Rp 1.098.729.215. Kepala BPOM Provinsi Jambi Antoni Asdi mengatakan, kasus ini ditemukan di 9 kabupaten kota. Terbanyak di Kabupaten Sarolangun. 

 

"Sebanyak 1 truk lebih obat tradisional, dengan nilai hampir Rp 300 jutaan kita temukan di Kabupaten Sarolangun," kata dia, Selasa (3/11).

 

Menurutnya, kasus tersebut sudah diserahkan ke kejaksaan. Sementara tersangkanya telah dipidana penjara selama 1 tahun serta denda Rp 50 juta. "Ini cukup baik memberikan efek jera supaya tidak terulangi," tambahnya.

 

Diakui Antoni, bahwa selama pandemi covid-19 ini kasus peredaran obat ilegal cendrung meningkat. Sementara untuk makanan dan kosmetik menurun. "Jenis obat yang banyak ditemukan berupa obat keras, antibiotik, yang tidak memiliki izin edar. Karena obat keras itu kan harus dengan resep dokter. Apalagi covid-19 tidak boleh sembarangan minum obat, berbahaya," ungkapnya. (slt)






BERITA BERIKUTNYA

loading...