Ratusan Massa Demo Tolak Pengesahan RUU HIP

Jangan Otak-Atik Pancasila

Sabtu, 04 Juli 2020 - 10:15:31 WIB

GERUDUK: Ratusan massa yang mengatasnamakan Koalisi Anak Negeri Anti Komunis melakukan aksi demo di depan kantor DPRD Provinsi Jambi menolak pengesahan rancangan RRU HIP.
GERUDUK: Ratusan massa yang mengatasnamakan Koalisi Anak Negeri Anti Komunis melakukan aksi demo di depan kantor DPRD Provinsi Jambi menolak pengesahan rancangan RRU HIP.

JAMBI – Ratusan massa yang mengatasnamakan Koalisi Anak Negeri Anti Komunis, menolak keras pengesahan Rancangan Undangan-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Mereka berharap, pengesahan RUU HIP bukan hanya ditunda, tapi dibatalkan.

Ini terlihat saat ratusan massa mendatangi Kantor DPRD Provinsi Jambi pada Jumat (3/7) pukul 13.30. Mereka yang tergabung dalam berbagai organisasi ini, meminta anggota DPRD Provinsi Jambi menyampaikan pesan kepada anggota DPR RI agar tak mengubah isi Pancasila dan undang-undang yang saat ini telah menjadi ideologi negara.

“Kita minta persoalan ini tidak hanya ditunda, tapi harus di cabut atau dibatalkan,” sebut Adri, Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jambi, dalam orasinya. Kata dia, merubah faham Pancasila merupakan sebuah kepentingan kelompok. Bukan kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Kata dia, ini merupakan salah satu adanya faham komunis, yang bisa memecah belah persatuan umat di Indonesia. Adri juga menyebutkan dalam orasinya, bahwa selama ini Indonesia cinta damai dan tak ada pembeda, sudah diterapkan dalam Pancasila.

“Tapi kalau Pancasila diotak-atik, maka hanya ada satu kata, yaitu lawan. Dengan ini kita minta DPRD untuk menyampaikan hal tersebut untuk mencabut dari pembahasan legislasi nasional,” tambahnya.

Menurutnya untuk saat ini tak perlu pemerintah membahas Pancalisa atau mengubah Pancasila yang selama ini sudah menyatukan rakyat, di tengah pandemi covid-19 ini, Adri meminta untuk pemerintah memperhatikan rakyatnya yang terdampak ekonomi. “Jangan sampai ada komunis,” tuturnya.

Selanjutnya, salah satu orator lainnya, mengatakan, jika Pancasila ini diubah dia khawatir anak dan cucunya kelak akan bentrok dengan yang lainnya karena berbeda suku, ras dan agama.

“Karena ideologi ini sangat serius, ini kesepakatan pendiri bangsa terdahulu, maka ini yang menyatukan kita selama ini jangan lagi diubah,” sebutnya.

Tak lama peserta menyampaikan orasi, beberapa anggota DPRD dari komisi III Padli Sudria, Komisi I Hapis Hasbiallah, dan Komisi IV Kamaludin Havis dan komisi II DPRD Provinsi Jambi menemui peserta aksi.

Padli Sudria dari fraksi PAN mengatakan bahwa dirinya yang juga mewakili teman-teman anggota DPRD Provinsi Jambi juga sepakat untuk menolak adanya rancangan UU HIP. “Kami akan menyampaikan rasa penolakan ini kepada anggota DPR RI secara tertulis nantinya,” kata dia.

Selaku perwakilan rakyat, dia menyebutkan bahwa pihaknya tetap menjaga kesejateraan masyarakat. “Kita akan minta dicabut, bukan ditunda, karena kalau nanti kita lengah ini bisa saja berlanjut,” tandasnya. (slt)






BERITA BERIKUTNYA

loading...