Insentif Pelayanan RSUD Raden Mattaher Dipotong 2,5 persen

Dokter dan Pegawai Protes ke DPRD

Selasa, 30 Juni 2020 - 11:44:25 WIB

JAMBI – Beberapa para dokter dan pegawai RSUD Raden Mattaher Jambi melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Provinsi Jambi. Aksi tersebut dipicu karena adanya pemotongan insentif 2,5 persen dari jasa pelayanan di rumah sakit.

Beberapa pegawai RSUD tersebut datang ke kantor DPRD Provinsi Jambi dengan menggunakan pakaian kesehatan warna putih. Mereka membawa karton dengan berbagai macam tulisan, yang menyampaikan aspirasi dan keinginannya untuk dikembalikannya insentif mereka.

Terlihat dari beberapa tulisan yang mereka buat seperti “Turunkan direktur yang suka potong hak kami,” tertulis di karton putuh yang mereka bentang di depan DPRD Provinsi Jambi.

Selanjutnya, mereka ingin insentif jasa pelayanan tersebut dikembalikan oleh Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi. Selaian itu, mereka juga mengungkapkan kekesalan mereka karena adanya pemotongan insentif.

Menyikapi hal tersebut Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Rocky Candra akan memanggil Direktur RSUD raden Mattaher Jambi terkait persoalan yang terjadi di rumah sakit. Pihaknya juga akan menanyakan hasil kinerja beberapa bulan setelah dirinya dilantik.

““Kita akan tanyakan apa yang sebenaranya terjadi, karena memang untuk dirutnya masih termasuk baru, kenapa insentif rumah sakit kenapa dipotong,” kata Rocky.

Selain insentif, Rocky juga akan mengulas ada persoalan obat-obatan yang belum dibayarkan oleh pihak rumah sakit. Selain itu juga terkait Dewan Pengawas rumah sakit yang banyak menimbulkan keganjilan. “Harapan saya dirut yang selaku memegang kekuasan di sana harus lebih aktif dan reaktif, redam polemik dan jangan membuat polemik ciptakan prestasi,” tambahnya.

Selain itu, berkenaan dengan adanya covid-19 di Provinsi Jambi, beberapa waktu lalu, kata Rocky, pihaknya telah menganggarkan sebesar Rp25 miliar namun serapannya belum ada. “Mudahan dalam minggu ini sudah ada keterangan resmi dari rumah sakit,” ungkapnya.

Sementara itu, menyikapi hal tersebut, Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi Fery Kusnadi mengatakan bahwa persoalan yang terjadi tersebut merupakan interen rumah sakit. “Lebih bagus mereka langsung ke direktur apa masalahnya, karena itu pasti berkaitan dengan kebijakan,” kata dia.

Mengenai protes yang dilakukan oleh beberapa dokter dan pegawainya tersebut, Fery menyebutkan bahwa semua surat keputusan yang telah dikeluarkan tersebut yakni kebijakan RSUD. Dugaan pemotongan insentif jasa pelayanan tersebut juga sudah di SK kan yang sudah direvisi.

“Itukan kebijakan, dan kebijakan itu tidak bisa dibilang sampai keluar dari rumah sakit, kan itu internal, kalau mereka merasa tak puas bisa langsung ke manajemen,” tandasnya. (slt)

 



 





BERITA BERIKUTNYA

loading...