Dinilai Gagal, Uji Coba Hidroksiklorokuin Dihentikan

Jumat, 19 Juni 2020 - 11:30:24 WIB

JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menghentikan uji coba penggunaan obat hidroksiklorokuin bagi pasien Covid-19. Berdasarkan hasil uji coba menunjukkan, obat anti malaria tersebut gagal menurunkan angka kematian.

Obat ini disertakan dalam beberapa uji klinis secara acak. Uji klinis acak telah melibatkan total 11.000 pasien dari 175 rumah sakit di Inggris. Namun, WHO pada akhirnya memutuskan untuk menariknya.

Pejabat program darurat kesehatan WHO Ana Maria Henao Restrepo mengatakan, hidroksiklorokuin resmi ditarik dari Solidarity Trial melibatkan banyak negara.

“Bukti internal dari Solidarity/Discovery Trial, bukti eksternal dari Recovery Trial serta bukti gabungan dari uji coba acak, menunjukkan hidroksiklorokuin bila dibandingkan dengan standar perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit, tidak menunjukkan pengurangan kasus kematian,” katanya, dikutip dari AFP, Jumat (19/6).

Menurut Ana Maria, berdasarkan analisis dan tinjauan bukti, Kelompok Eksekutif di WHO menyimpulkan uji coba hidroksiklorokuin dihentikan dari Solidarity Trial.

Solidarity Trial merupakan uji coba obat Covid-19 di bawah naungan WHO. Banyak negara terlibat dalam uji coba ini dengan menyertakan pasien terinfeksi virus corona.

Meski demikian, kata Ana Maria, keputusan untuk berhenti menguji coba hidroksiklorokuin tidak berlaku bagi tindakan pencegahan terhadap virus.

Pada awal Juni, Universitas Oxford, Inggris, selaku penyelenggaran Recovery Trial mengumumkan, hidroksiklorokuin tidak membantu pasien Covid-19. Untuk itu Oxford menghentikan perekrutan pasien untuk diberi hidroksiklorokuin.

“Kesimpulan kami adalah perawatan ini tidak mengurangi risiko kematian akibat Covid-19 pada pasien rumah sakit,” kata profesor kedokteran dan epidemiologi Oxford yang juga pemimpin penelitian, Martin Landray. (der/fin)

 



 





BERITA BERIKUTNYA

loading...