Empat Desa Diusulkan Lepas dari HGU PTPN VI

Jumat, 12 Juni 2020 - 11:44:04 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM, KERINCI - Empat desa di Kabupaten Kerinci yang masuk dalam kawasan  wilayah Hak Guna Usaha (HGU)  PTPN VI Kayu Aro akan diusulkan untuk dilepas atau dikeluarkan dari wilayah HGU PTPN VI Kayu Aro. Usulan pelepasan  HGU untuk desa, infrastruktur dan sekolah yang berada di wilayah HGU untuk dikeluarkan dari HGU.

Hal ini disampaikan, Maya Novefri Handayani, Plt Kadis PUPR Kerinci. Dia mengatakan, ada beberapa wilayah yang akan diusulkan pelepasan HGU, seperti sekolah, desa, dan infrastruktur yang masuk dalam wilayah, kemudian untuk dikeluarkan dari kawasan HGU.

"Tadi sudah dilakukan pertemuan antara Dinas PUPR, PTPN VI dan BPN serta PU Provinsi, di ruang pola kantor Bupati Kerinci untuk membahas usulan pelepasan HGU PTPN VI Kayu Aro," katanya.

Dijelaskan Maya, untuk luas wilayah yang akan diusulkan belum diketahui. Karena akan dilakukan survey terlebih dahulu. Kemudian luas wilayah yang akan diusulkan pelepasan, nanti akan di ekspos oleh BPN.

"Untuk survey pertama, sedang dilakukan. Untuk luas wilayah belum, sedang dilakukan pendataan. Data yang ada hanya profil desa, jadi nanti akan ada survey kedua oleh BPN yang mengukur luas wilayah desa," jelasnya.

Informasi yang diterima koran ini, ada empat desa yang diusulkan untuk dilepaskan HGU nya. Yakni Desa Bento, Desa Sungai Jambu, Desa Sungai Kering dan Desa Patok Empat.

Pj Sekda Kerinci, Asraf, kepada koran ini menjelaskan, bahwa pertemuan pertama telah dilakukan yang dihadiri oleh pihak Dinas PUPR Provinsi Jambi, pihak PTPN VI unit Kayu Aro, BPN Provinsi di ruang pola Kantor Bupati Kerinci.

"Empat desa yang berada dalam wilayah HGU PTPN Vi Kayu aro, adalah Desa Bento, Desa Sungai Jambu, Desa Sungai Kering dan Desa Patok Empat. Berdasarkan keputusan presiden, tanah tersebut bisa dilepaskan ke masyarakat. Pemerintah Daerah mengusulkan kawasan pemukiman yang berada dalam kawasan HGU PTPN VI untuk dilepas," jelasnya.

Lanjutnya, salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah syarat-syarat yang dibutuhkan untuk pelepasan HGU ke masyarakat.

"Untuk luas wilayah yang diusulkan belum ada ,karena masih menunggu tim yang turun ke lapangan. Izin HGU PTPN VI Unit Kayu Aro ini sampai 2027," terangnya. (sap/enn)

 



 





BERITA BERIKUTNYA

loading...