Adam : Yang Telpon Ada

PPK ‘Rawan’ Titipan

Kamis, 13 Februari 2020 | 10:05:44 WIB | Dibaca: 1111

BANGKO-INDEPENDENT.COM, Merangin- Penjaringan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Merangin terus berlangsung. Saat ini para peserta seleksi PPK tengah menjalani tahapan tes.

Namun rekrutmen yang dilakukan menuai keraguan dari masyarakat. Pasalnya, disinyalir, bahwa dalam pelaksanaan penjaringan PPK di Merangin, ‘kental’ dengan titipan.

Betapa tidak, Masduki, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Papinhas Merangin, mengatakan dalam penjaringan PPK di Merangin ini masih rawan titipan dari Oknum tertentu. Malahan bisa jadi rekrutmen yang dilakukan juga sarat mementingkan organisasi tertentu. "Iya, sekarangkan masih berjalan tahapan penjaringan, mungkin sudah masuk tahapan tes wawancara. Saya harap pihak KPU Merangin bersikap profesional dan tidak memihak jika ada titipan dari si A atau apa lah. Apalagi jika bertolak merekrut ‘pesanan’ dari organisasi,” ucapnya.

Terkait hal itu, Komisioner KPU Merangin, Adam membantah tegas hal itu. Menurutnya, pihaknya akan bersikap dan bertindak secara profesional dan sesuai aturan yang berlaku. Meski demikian, ia tidak menampik jika selama proses rekrutmen PPK ini beberapa rekan-rekannya di telpon oleh oknum. Pembicaraan itu untuk meminta pertolongan atau bantuan dalam proses kelulusan PPK tetsebut.

"Kami akan bekerja dangan profesional dan sesuai aturan. Memang sejauh ini ada oknum yang nelpon kawan-kawan untuk minta bantu agar diloloskan jadi PPK," jelas Adam. 

Adam juga menambahkan, keraguan dari masyarakat tersebut sah-sah saja. Hanya saja pihaknya tetap akan membuktikan kebenarannya. “Jelas kami tidak menerima titipan. Kalau orang yang menitip dan menelpon itu jelas ada. Bukan hanya kita dari pihak komisioner saja bahkan pihak sekretariat pun banyak ditelepon untuk minta tolong. Meski demikian, untuk melihat keterbukaan tersebut, Adam menyebutkan pihaknya akan terbuka untuk menanggapi kebenaran laporan dari masyarakat.

“Akan kita tanggapi langsung. Masyarakat silahkan langsung ke KPU ataupun mengirimkan surat dengan menyertakan identitas diri atau melalui pos. Kita akan tindak lanjuti dan mengklarifikasi hal tersebut. Dan kita juga memiliki dasar kenapa dan mengapa seseorang lulus dan tidak lulus menjadi PPK,” jelasnya. (bie)






BERITA BERIKUTNYA

loading...