Tiang Jamtung Nyaris Ambruk

Selasa, 11 Februari 2020 - 14:11:07 WIB

JEMBATAN : Tiang jembatan gantung di Sungai Daho RT 18 Kelurahan Dusun Baruh Kecamatan Tabir, bakal ambruk.
JEMBATAN : Tiang jembatan gantung di Sungai Daho RT 18 Kelurahan Dusun Baruh Kecamatan Tabir, bakal ambruk.

BANGKO-INDEPENDENT.COM, MERANGIN - Jembatan gantung yang berada di wilayah Napal Malintang Sungai Daho RT 18 Kelurahan Dusun Baruh Kecamatan Tabir kini nyaris ambruk. Kondisi itu diakibatkan tanah yang berada dipinggir tiang tergerus air.

Jembatan gantung yang menjadi akses utama untuk menyebrangi Sungai Tabir tersebut, mulai membuat warga khususnya petani cemas. Berdasarkan pantauan Bangko Independent dilapangan, tidak adanya penahan tebing dibibir tiang penyanga jembatan membuat tanah disampingnya terkikis air. Tanah tersebut mengalami longsor dan membuat kondisi tiang jembatan terancam ambruk. 

"Seharusnya di bibir tiang jembatan itu dipasang bronjong untuk menahan tanah supaya tidak longsor. Kalau sekarang kondisi jembatan akan runtuh. Kami warga khawatir jika kondisi Sungai Tabir meluap tentu tiang jembatan akan runtuh dan kondisi jembatan akan hanyut, " ujar Udin salah satu warga setempat saat dibincangi, Minggu (9/2).

Tidak jauh berbeda juga diungkapkan Izal salah satu warga yang kerap melintasi jembatan tersebut. Dikatakannya, sejauh ini kondisi jembatan gantung yang berada di Sungai Daho sangat mengkhawatirkan. Akibat kondisi tiang jembatan nyaris masuk ke sungai. Padahal dikatakannya, setiap pagi hampir puluhan sampai ratusan warga yang melintasi jembatan tersebut. Terutama para petani yang inggin ke kebun untuk mengeluarkan hasil panen. 

"Kita harap pemerintah dengan cepat memberi penahan tanah di tiang jembatan tersebut. seperti memberikan bangunan beronjong. Jembatan tersebut akses satu-satunya warga untuk membawa hasil taninya," ujarnya. (bes) 

 






BERITA BERIKUTNYA

loading...