Fendi : Kalau Solid Saya Tak Menjamin

Menguji Solidnya Golkar Merangin

Selasa, 11 Februari 2020 | 14:09:13 WIB | Dibaca: 91

Merangin - Hawa politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi mulai intens. Bakal Calon (Balon) Gubenur Jambi bermanuver untuk mengaet partai pengusung. 

Namun, unsur kedaerahan masih utuh menjadi kekuatan yang membuat Kader Partai Politik, goyah. Solidnya dukungan kader masih terkontaminasi dengan keputusan pucuk pimpinan Parpol, terutama jika tidak mengusung Balon Gubernur yang kental dengan kedaerahan.

Kondisi ini diprediksi bakal terjadi di tubuh Partai Golkar Merangin. Sudah bukan rahasia umum jika Bupati Merangin 2 periode H Al Haris yang saat ini sebagai Ketua Harian Golkar Merangin juga ikut ambil bagian dalam kontestasi Pilgub Jambi. Al Haris komitmen untuk maju menjadi Gubernur Jambi. Tentunya dengan harapan, Golkar masih bersamanya, pasca ikut mengantarkan kemenangan Al Haris di Bupati Merangin periode ke dua.

Di Pilgub kali ini, tidak hanya Al Haris yang akan mengadu keberuntungan di Golkar. Sebab Golkar juga memiliki kader yang maju di Pilgub Jambi, yakni H Cek Endra. Bupati Sarolangun ini masih menjabat sebagai Ketua Bapilu DPD Golkar Provinsi Jambi dan Ketua DPD II Golkar Sarolangun.

Selanjutnya ada H Sukandar yang memastikan diri maju sebagai Calon Wakil Gubernur Jambi usai menerima pinangan H Cek Endra. Bupati Tebo ini masih Ketua DPD II Golkar Tebo. Nah, di DPD I Golkar Provinsi Jambi, ada nama Syarif Fasha. Walikota Jambi ini juga komitmen untuk maju sebagai Calon Gubernur Jambi. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Harian DPD 1 Golkar Provinsi Jambi.

Kondisi 'Kaya' kader yang maju di Pilgub Jambi ini tentu menjadi 'simalakama' di internal Golkar. Sebab di wilayah masing-masing, para kandidat turut berjasa dan memiliki basis masa di partai berlogo beringin rindang ini.

Khusus di Merangin, H Al Haris adalah sosok yang sangat berjasa untuk Golkar. Berkat komandonya, Golkar berhasil meraih 6 kursi di DPRD Merangin. Golkar juga berhasil memegang tampuk Ketua DPRD Merangin, yang saat ini dijabat oleh Herman Tri Efendi. 

Apakah Golkar masih solid? Menurut Wakil Ketua DPD II Golkar Merangin, Herman Tri Efendi, kader Golkar tetap mengedepankan politik santun. Tentunya akan patuh pada putusan DPP Golkar.

"Di Pilgub, kita tahu kader Golkar di Merangin ini adalah orang-orang pilihan. Tentu kami patuh dan taat dengan keputusan partai. Sebelum keputusan DPP turun ke daerah, kami para kader ini mengedepankan politik santun, tidak menampakkan pilih kasih. Contoh kami kader Golkar Merangin, mohon maaf coba lihat mana pernah kami berbondong-bondong mengikuti pak Al Haris. Padahal pak Al Haris adalah orang yang sangat berjasa terhadap partai Golkar Merangin,"  terang Ketua DPRD Merangin ini. 

Pendi juga memaparkan bukti dan wujud kepedulian Al Haris terhadap Golkar Merangin. Ia mengakui berkat Al Haris, Golkar bisa meraih 6 kursi di DPRD Merangin. 

"Kami tetap menjaga keseimbangan dengan mengedepankan politik santun. Kalo kami mau slonong boy bisa be kami hadir di setiap Haris turun ke lapangan. Tapi, apa kata kader Golkar yang lain seperti Fasha, Sukandar, Cek Endra yang mereka juga kader Golkar dan juga mengambil posisi untuk Pilgub Jambi," sebutnya.

Fendi juga menyebutkan jika secara hati nurani, ia menginginkan H Al Haris untuk diusung Partai Golkar. "Seandainya ditanya siapa kader yang dipilih untuk mencalon di Pilgub, secara hati nurani jelas kami memilih putra Merangin, itu pasti. Namun keputusan partai yang memutuskan jawaban yang bisa kami jawab nantinya," jelasnya.

Lantas bagaimana jika di Pilgub Jambi Golkar tak mengusung H Al Haris, sementara H Al Haris memiliki peran besar mengantarkan Golkar menang di Merangin. Menyikapi hal itu, Fendi menyebutkan kader Golkar

akan solid dengan apa yang menjadi keputusan partai. Jika tidak, maka akan diberikan sanksi yang berlaku di Golkar.

"Jika ada yang bertolak belakang dengan keputusan partai maka akan menerima resiko person. Kalau solid, saya tidak menjamin, karena partai politik ini tidak bisa menjamin tingkat kesolitan kadernya. Saya selaku Ketua DPRD harus disiplin dengan putusan partai," tutupnya.(bie)






BERITA BERIKUTNYA

loading...