Febri Diansyah Pamit

Jumat, 27 Desember 2019 | 08:58:28 WIB | Dibaca: 116

BANGKO-INDEPENDENT.COM, JAKARTA - Kepala Biro (Kabiro) Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan melepas jabatan Juru Bicara (Jubir) komisi antirasuah. Febri mengemban tugas Juru Bicara merangkap sebagai Kabiro Humas KPK sejak 2016.

"Perjalanan saya sebagai juru bicara KPK sudah sampai di penghujung jalan dan tugas saya sebagai juru bicara KPK selesai," ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (26/12).

Meski telah resmi melepas tugas Jubir, Febri mengaku bakal tetap menjabat sebagai Kabiro Humas KPK. Ia pun menyampaikan permintaan maaf jika memiliki kesalahan selama mengemban tugas sebagai jubir.

Febri membeberkan, proses seleksi pemilihan jubir masih dalam tahap pembahasan oleh Pimpinan KPK. Ia berharap, siapapun yang terpilih nanti, baik pejabat definitif maupun pelaksana tugas, dapat mempertahankan prinsip keterbukaan yang selama ini dijalankan KPK.

"Karena ketertutupan justru akan menghasilkan potensi-potensi penyimpangan-penyimpangan baru. Tradisi KPK yang egaliter, tradisi KPK yang terbuka, selama ini diharapkan tetap bisa bahkan jauh lebih baik bisa ditingkatkan," kata dia.

Lebih lanjut, Febri menjelaskan perjalanannya sebagai Kabiro Humas merangkap Jubir KPK. Ia mengaku dilantik sebagai Kabiro Humas KPK sejak 6 Desember 2016 lalu. Sesuai Pasal 47 ayat (2) Peraturan KPK Nomor 1 Tahun 2015, Kabiro Humas adalah Jubir KPK yang dalam pelaksanaan tugasnya berdasarkan penugasan dan petunjuk dari Pimpinan.

Namun, kata Febri, terjadi perubahan aturan pada 2018. Peraturan KPK Nomor 3 Tahun 2018 memisahkan Biro Humas dan Jubir secara struktural. Sehingga, sesuai aturan tersebut, Kabiro dan Jubir dijabat oleh dua orang yang berbeda.

Akan tetapi, sambungnya, Pimpinan KPK Jilid IV tetap memutuskan dirinya untuk menjalankan tugas sebagai Jubir. "Tugas dan fungsi itu saya laksanakan sampai dengan jilid IV berakhir kemarin," ucap Febri.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango merespons pamitnya Febri Diansyah sebagai juru bicara. Nawawi menyatakan, pihaknya akan segera menunjuk pengganti sementara Jubir KPK sampai pejabat definitif nantinya terpilih.

"Tentu pimpinan untuk sementara (segera) menunjuk plh (pelaksana harian) yang nanti akan menjalankan tugas spokesmannya sampai terpilihnya jubir yang definitif," kata Nawawi melalui pesan singkat, Kamis, 26 Desember 2019.

Sebelum mengumumkan undur diri, Nawawi mengatakan, Febri telah melakukan pertemuan dengan para Pimpinan KPK. Ia pun mengaku tak masalah dengan keputusan Febri yang memilih fokus pada tugasnya sebagai Kabiro Humas KPK.

Terpisah, Ketua KPK Firli Bahuri membantah isu Febri Diansyah yang mundur dari jabatannya sebagai Jubir. Ia menjelaskan, posisi Jubir sejak dulu mengalami kekosongan sehingga Febri ditugaskan untuk mengemban posisi tersebut.

"Sebenarnya bukan mundur, memang Jubir itu kosong. Itu saja, enggak ada mundur," kata Firli.

Firli menyampaikan, Pimpinan KPK tengah berupaya mengisi kekosongan tersebut dengan mencari pejabat definitif. Ia mengaku, pihaknya tengah menggodok kriteria yang dibutuhkan sebelum membuka proses seleksi.

Kendati demikian, Firli menyatakan tak ada kriteria khusus untuk menjadi Jubir KPK. "Semua orang boleh (mengikuti seleksi), termasuk Anda. Kita terbuka, sesuai ketentuan saja," tutupnya.

Sebelumnya, KPK berencana mengisi kekosongan pejabat definitif dalam enam strukturnya. Salah satu struktur yang akan diisi yakni Juru Bicara yang selama ini diemban Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah. (riz/gw/fin)






BERITA BERIKUTNYA

loading...