Pemberantasan Penambangan Minyak Mentah Ilegal

Habis Sosialisasi, Penindakan Dimulai

Selasa, 03 Desember 2019 | 09:51:05 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM, JAMBI – Masa sosialisasi dari Satgas Illegal Drilling yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup, kepada pelaku penambangan minyak ilegal telah usai. Mulai Senin (2/12), Polda Jambi akan memberi tindakan tegas pada mereka yang masih membandel.

 

Seperti diketahui, kegiatan ilegal ini sudah terpantau berada di Kabupaten Batanghari dan Sarolangun. Selama masa sosialisasi sejak 26 November lalu, tim juga sudah turun ke lapangan. Sejauh ini, ada ratusan sumur ilegal yang teridentifikasi.

 

 

 

“Sumur-sumur itu kita rusak. Kita masukkan besi-besi panjang ke dalamnya, biar tidak bisa dipakai lagi,” kata Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Thein Tabero, saat dikonfirmasi kemarin. Kemarin saja kata dia, sekitar 80 lubang sumur illegal drilling sudah ditutup. Sebelumnya, sudah 200 lubang sumur yang ditertibkan.

 

Menurut dia, masyarakat dan pelaku juga sudah mau untuk tidak melanjutkan aktivitas mereka. Pihaknya pun juga telah meminta para pelaku untuk membuat surat pernyataan. “Nah mulai hari ini (kemarin, red), kita mulai lakukan penegakan hukum,” kata dia.

 

Selain itu, rupanya kepolisian juga telah memantau para pemodal aktivitas ilegal tersebut. Kata Thein, ada banyak sekali para pemodal yang aktif di sana. “Ada orang Jambi, ada orang luar Jambi,” katanya.

 

Mereka ini, sudah dipanggil untuk diminta datang ke Polda Jambi besok (4/12). Rencananya, mereka akan diminta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

 

 

 

Lanjutnya, operasi ini akan dilanjutkan sampai 15 Desember. Setelah itu, akan digelar rapat koordinasi lanjutan, untuk menentukan langkah selanjutnya. Kemungkinan kata pria dengan tiga melati di pundaknya itu, akan didirikan posko-posko di tiap pintu masuk lokasi tersebut.

 

Terpisah, di hari yang sama Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS memimpin qpel gabungan operasi illegal driling di Mapolres Batanghari. Di hadapan personel, dia meminta agar seluruhnya tetap menjaga kekompakan. “Hindari pelanggaran yang dapat memicu terjadinya gesekan dengan masyarakat setempat, serta hindari tindakan tindakan yang terkesan arogan sehingga menimbulkan rasa tidak simpati," ujarnya.

 

Kapolres Batanghari AKBP Dwi Mulyanto, mengatakan bahwa kedatangan Kapolda Jambi untuk mengambil apel personel yang terlibat dalam illegal drilling selain untuk memotifasi personel, sekaligus sebagai bentuk keseriusan kepolisian dalam memberantas aktivitas ilegal ini.

 

 

 

Untuk diketahui, di Kabupaten Batanghari wilayah yang sudah mulai dimasuki para pelaku adalah Wilayah Kerja Pertamina (WKP) PT Prakarsa Betung Meruwo Senami Jambi (PBMSJ), Bambu Kuning Kawasan Tanaman Hutan Rakyat (Tahura), Dusun IV Laman Teras Desa Pompa Air dan Desa Bungku Kecamatan Bajubang.

 

Sementara di Kabupaten Sarolangun, adalah di kawasan Kecamatan Pauh. Kepolisian juga telah mensosialisasikan, bahwa perbuatan ini melanggar Pasal 52 dan 53 UU Nomor 22 tahun 2002 tentang minyak bumi dan gas dengan ancaman hukuman 6 (enam) tahun penjara dan denda Rp 60 miliar. (rib)






BERITA BERIKUTNYA

loading...