Guru Gunakan Literasi Digital

Selasa, 03 Desember 2019 | 07:15:16 WIB

SUASANA : Para guru SDN 115 Bangko pada saat membuat perangkat pembelajaran. Tampak guru yang sedang mengoperasikan laptop.
SUASANA : Para guru SDN 115 Bangko pada saat membuat perangkat pembelajaran. Tampak guru yang sedang mengoperasikan laptop.

BANGKO-INDEPENDENT.COM, MERANGIN - Literasi Digital merupakan salah satu program yang saat ini sedang diarahkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Khususnya pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di setiap sekolah diarahkan mengganti papan tulis dengan infokus atau LCD Proyektor.

Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Merangin melalui Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Ketenagakerjaan, Hajrul mengatakan bahwa program pendidikan setiap tahun menuju pada perubahan era digital. Salah satunya adalah proses belajar menggunakan digital.

"Kemajuan pendidikan saat ini mengacu pada era digital. Kedepan tidak ada lagi guru mengajar menggunakan plan tulis, melainkan menggunakan infokus. Artinya guru dituntut untuk kreatif," jelasnya.

Disampakka oleh Kepala SDN 115 Bangko, Andri menanggapi program literasi digital yang akan diterapkan sesuai dengan himbauan pihak Kemendikbud. Pihaknya mendukung, begitu juga untuk sarana infokus di SDN 115 Bangko juga sudah cukup memadai.

"Di sekolah kami untuk saran infokus sudah ada 12 unit, jadi siap untuk mengikuti program literasi digital tersebut," ungkapnya.

Selain kesiapan sarana infokus. Andri juga menjelaskan bahwa pemahaman guru dalam menggunakan laptop juga sudah mendukung. Pasalnya, guru SDN 115 Bangko rutin mengikuti kegiatan Bimbingan teknis (Bimtek).

"Kemampuan guru juga sudah meningkat dalam bidang digital. Saat ini kita arahkan untuk mereka memiliki laptop pribadi, sehingga apabila literasi digital ini diterapkan tidak perlu mengajar menggunakan papan tulis," jelasnya Andri.

Penerapan literasi digital tersebut diakui akan meningkatkan hasil belajar murid kedepan, selain itu saat KBM murid juga tidak akan merasa bosan. Begitu juga untuk guru tidak akan merasa kesulitan penunjang pembelajaran.

"Ini akan lebih efektif, guru juga tidak repot lagi untuk mengajar. Tapi kemungkinan literasi tersebut akan dilaksanakan pada kelas IV sampai VI, dan mudah-mudahan bisa terealisasi," pungkasnya. (why

 






BERITA BERIKUTNYA

loading...