Kembangkan Komoditi Kopi

Selasa, 03 Desember 2019 | 07:14:12 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM, JAMBI - Meningkatnya permintaan kopi dari Jambi, membuat produksi kopi tahun 2019 semakin meningkat dibanding tahun sebelumnya. Ini membuat Dinas Perkebunan Provinsi Jambi akan mengembangkan komoditi ini ke depannya.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal mengatakan, produksi kopi Jambi jenis Liberika dan Arabika dari Kerinci saat ini sebanyak 600 hingga 800 kilogram per hektar, dari total 26 ribuan hektar lahan kopi. "Itu hanya dari satu koperasi di Kerinci saja," katanya.

Produksi tersebut, kata dia meningkat terus dari tahun sebelumnya. Bahkan petani saat ini banyak meminta untuk mengembangkan kopi. Ke depan, Agusrizal mengatakan, pihaknya akan memgembangkan pertanian jenis kopi ini. Namun, jenis tanaman lainnya seperti tebu, sayuran dan kayu manis tetap akan dipertahankan. 

"Karena itu juga merupakan hasil dari sumber daya alam sana," ujarnya. Berbeda dengan sawit, Agusrizal mengatakan dalam upaya meningkatkan produksi kopi, pihaknya memberi bantuan pengembangan bantuan bibit unggul dan pupuk organik. Kemudian, menyediakan seromon (perangkap), untuk mengatasi lalat buah. 

Lanjutnya, untuk diekspor ke luar negeri, Jambi termasuk Provinsi yang memberikan harga tertinggi kepada petani. Yakni Rp 90 ribu hingga 120 ribu untuk kopi arabika dalam bentuk greenbean. 

Greenbean itu biji yang kulit kerasnya sudah dikupas. Itu harga tertinggi di Indonesia," sebutnya. Dijual dalam bentuk greenbean, Agus mengatakan dapat bertahan hingga 2 tahun dan tidak mengurangi cita rasa. "Itulah sebabnya negara seperti Belgia membeli dalam bentuk greenbean. Nanti diroasting (goreng) sendiri," ujarnya. (tav)






BERITA BERIKUTNYA

loading...