Terjadi di SPBU Tambang Baru Warga Minta Aparat Bertindak

BBM Subsidi ‘Dikuasai’ Pelangsir

Senin, 02 Desember 2019 | 10:43:34 WIB

LANGSIR : Kendaraan roda empat yang diduga digunakan untuk melangsir BBM subsidi. Kegiatan ini terjadi di SPBU Tambang Baru Kecamatan Tabir Lintas.
LANGSIR : Kendaraan roda empat yang diduga digunakan untuk melangsir BBM subsidi. Kegiatan ini terjadi di SPBU Tambang Baru Kecamatan Tabir Lintas. Zak/Bangko Independent

BANGKO-INDEPENDENT.COM, MERANGIN - Aktifitas pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya bersubsidi seperti Premium dan Solar, mulai minim dirasakan masyarakat umum. Pasalnya, tindakan pengisian BBM bersubsidi dengan skala berulang-ulang, membuat BBM ‘idola’ masyarakat itu cepat ludes.

Menariknya, ternyata saat ini BBM bersubsidi tersebut sengaja dibeli dengan menggunakan mobil. Namun, tangki mobil yang digunakan untuk mengisi BBM tersebut ternyata sudah di modifikasi. Bahkan ini sepertinya sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat.

Aktivitas ini lah yang dilakukan para pelangsir BBM. Meski dipastikan pihak SPBU sudah mengetahui jika banyak oknum-oknum yang mengisi BBM untuk melangsir. Praktek mendapatkan BBM bersubsidi ini terus dilakukan. Malahan, pelangsir dengan leluasa mengisi BBM jenis Solar dan Premium dengan cara berulang-ulang.

Kondisi ini terjadi di SPBU Tambang Baru Kecamatan Tabir Lintas. Pantauan media ini, pada umumnya yang mengantri BBM bersubsidi di SPBU tersebut mobil dan motor milik para pelangsir. Tak pelak, hanya sedikit mobil dan sepeda motor yang benar-benar ingin mengisi BBM untuk kepentingan umum. Malahan, warga yang benar-benar membutuhkan BBM subsidi ini selalu kecewa. Itu dikarenakan, selain mengantri cukup panjang dan berjam-jam, namun saat akan diisi ternyata BBM yang diharapkan sudah habis. Kuat dugaan, BBM ini habis ‘disedot’ pelangsir.

Trik para pelangsir BBM pun tergolong rapi. Dimana setiap satu kali mengantri, pelangsir hanya diperbolehkan mengisi BBM sebanyak Rp 500 ribu dengan kalkulasi tiga jeriken BBM isi 35 liter. Untuk melancarkan kegiatan inipun, kuat dugaan pelangsir harus membayar uang keamanan sebesar Rp 10 Ribu setiap jeriken BBM.

Marjo seorang supir mobil mengatakan jika dirinya sudah tiga jam mengantri di SPBU Tambang Baru. Namun saat tiba gilirannya mengisi BBM, malah BBM sudah habis.

 “Waktu habis, BBM tidak dapat. Tampaknya SPBU ini hanya diperkenankan mengisi BBM untuk pelangsir saja. Saya jelas-jelas ingin mengisi BBM untuk keperluan sehari-hari, tapi sulit mendapatkan BBM disini. Saya meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menindak pelaku penimbunan BBM ini,” ucap Marjo dengan wajah kecewa meninggalkan SPBU. (zak)






BERITA BERIKUTNYA

loading...