Korupsi Dibalik Penyelenggaraan SEA Games Filipina

Jumat, 29 November 2019 | 13:26:09 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM,  MANILA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan penyelidikan terhadap dugaan korupsi pada penyelenggaraan SEA Games 2019 yang dihelat di negaranya. Dugaan itu mencuat, ketika banyaknya keluhan yang tidak mengenakan bagi atlet-atlet yang hendak berlaga.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte merespons keluhan sejumlah kalangan terkait kisruh penyelenggaraan SEA Games tahun ini. Berbagai kalangan menuding masalah tersebut muncul karena korupsi.

Juru bicara kepresidenan Salvador Panelo mengungkapkan, Duterte memerintahkan penyelidikan terhadap dugaan korupsi hingga memicu pengalaman tak mengenakkan bagi atlet-atlet yang hendak berlaga.

“Ada tuduhan korupsi yang muncul di koran-koran dan dia [Duterte] tidak suka itu. Dia ingin menginvestigasi itu. Dia tak menoleransi korupsi,” ungkap Panelo dalam wawancara mengutip Philippine Star, Kamis (28/11).

Panelo mengatakan penyelidikan akan mencakup aspek penginapan atlet, akomodasi dan transportasi atlet, hingga konstruksi kaldron yang menelan biaya 45 juta peso.

Panelo menerangkan, penyelidikan dugaan korupsi akan mencakup semua penyelenggara, termasuk ketua DPR yang juga menjabat sebagai ketua Komite Penyelenggara SEA Games Filipina (PHISGOC) Alan Cayetano.

PHISGOC sebelumnya telah menyatakan, permintaan maaf atas kekacauan yang terjadi selama penyelenggaraan SEA Games. Pihaknya juga berjanji ‘ke depan lebih baik lagi’.

“Presiden mengatakan seandainya ada (yang melakukan korupsi), maka mereka harus bertanggung jawab,” ungkapnya.

Philippine Star mencatat, sejumlah masalah yang dikeluhkan jelang pembukaan SEA Games antara lain transportasi atlet, makanan yang tidak layak, tidak tersedianya makanan halal untuk atlet Muslim, beberapa arena belum selesai, pusat media, dan fasilitas pemain.

Tanda pagar (tagar) #SEAGames2019faul sempat meramaikan jagat Twitter setelah muncul pemberitaan kekacauan persiapan Filipina yang dianggap amburadul.

Sebagian kontingen mengeluhkan pelayanan yang diberikan panitia penyelenggara SEA Games 2019, PHISGOC. Salah satunya timnas Thailand U-23 yang menyayangkan kemacetan di Filipina yang membuat Gajah Perang membatalkan latihan.

Ada juga timnas Timor Leste yang telantar di bandara lantaran jemputan dari penyelenggara baru tiba tiga jam kemudian. Skuat Timor Leste juga sempat tersasar sebelum tiba di penginapan.

Sarana hotel yang belum siap juga membuat timnas Myanmar harus tidur di lantai. Selain itu, Myanmar mengkritik ukuran bis tim yang terlalu kecil.

(der/fin)

 



 





BERITA BERIKUTNYA

loading...