Jenazah Abu Bakar Al Baghdadi, Dibuang ke Laut

Kamis, 31 Oktober 2019 | 07:24:10 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM, WASHINGTON – Jenazah Pemimpin ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi, dibuang ke laut setelah pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi penyerbuan di Suriah. Namun, tidak disebutkan secara pasti kapan dan di mana jenazah itu dibuang.

Ketua Gabungan Kepala Staf Angkatan Bersenjata AS, Jenderal Mark Milley, mengemukakan hal tersebut seraya menambahkan bahwa tidak ada rencana berbagi tayangan saat dia tewas.

“Jenazah Baghdadi dibawa ke fasilitas yang aman untuk mengonfirmasi identitasnya melalui uji forensik DNA dan pembuangan jenazahnya sudah dilakukan dan rampung serta ditangani dengan layak,” kata Milley, Selasa (29/10).

“Foto-foto dan sejumlah video operasi penyerbuan tersebut sedang melalui proses deklasifikasi,” tambahnya.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan beberapa rekaman saat penyerbuan dilakukan mungkin akan dirilis ke publik. Rekaman itu, menurutnya, seperti “menonton film”.

“Ya, kami mungkin mengambil beberapa bagian dan merilisnya,” kata Trump.

Baghdadi bunuh diri dengan cara memicu sabuk berisi bahan peledak setelah kabur melewati terowongan selagi dikejar anjing-anjing dari kesatuan militer AS, papar Trump pada Minggu (27/10).

Departemen Pertahanan AS mengatakan tidak ada personel militer AS yang tewas dalam operasi penyerbuan, namun salah satu anjing yang mengejar Baghdadi mengalami cedera serius.

Milley menegaskan nama anjing tersebut dirahasiakan.

Menanggapi pernyataan Trump, bahwa Baghdadi “merintih, menangis, dan menjerit” menjelang ajalnya, Jenderal Milley mengaku dirinya tidak paham dari mana informasi tersebut berasal.

“Saya berasumsi itu didapat dari berbicara langsung dengan anggota unit,” ujarnya.

Selain memaparkan mengenai jenazah Baghdadi, Milley mengungkap bahwa terdapat dua pria yang ditangkap dalam operasi penyerbuan.

Trump mengatakan, AS seharusnya bisa mengambil beberapa ladang minyak, namun beberapa kalangan menilai langkah itu melanggar Konvensi Jenewa tentang larangan menjarah sumber daya alam.

Pada Oktober 2011, AS secara resmi menetapkan dia sebagai teroris dan menawarkan hadiah uang sebesar 10 juta dolar AS atau Rp140 triliun untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya atau kematiannya.

Al-Baghdadi punya reputasi sebagai taktisi di medan perang yang sangat terorganisir dan bengis.

Dia dilahirkan di dekat Samarra, sebelah utara Baghdad, pada 1971. Nama aslinya adalah Ibrahim Awad Al Badri. Dia juga menjadi imam di sebuah masjid di kota tersebut selama invasi yang dipimpin AS pada 2003.

Beberapa kalangan percaya bahwa dia sudah menjadi jihadis militan selama Saddam Hussein berkuasa. Yang lain menduga, dia teradikalisasi selama empat tahun ditahan di Camp Bucca, fasilitas AS di Irak selatan tempat banyak komandan Al Qaida ditahan.

Dia muncul pada 2010 sebagai pemimpin Al Qaeda di Irak, salah satu grup yang melebur dengan ISIS, dan menjadi terkenal dalam upaya merger dengan Front Al Nusra di Suriah.

ISIS merilis video seorang pria yang mengaku sebagai Al Baghdadi awal tahun ini. Sebelumnya, dia tidak pernah terlihat sejak 2014, ketika dari Mosul dia memproklamirkan pendirian “kekhalifahan” di wilayah Suriah dan Irak.

(der/afp/fin)

 






BERITA BERIKUTNYA

loading...