Sengketa Lahan PT Minemex Berlanjut

Selasa, 08 Oktober 2019 | 08:16:25 WIB

PERDANA	: Persiapan sidang perdana sengketa lahan antara PT Minemex dan warga Kecamatan Mandiangin
PERDANA : Persiapan sidang perdana sengketa lahan antara PT Minemex dan warga Kecamatan Mandiangin

BANGKO-INDEPENDENT.COM,  SAROLANGUN – Kasus sengketa lahan yang melibatkan salah satu warga Kecamatan Mandiangin, Dedi Suryadi dengan PT Minemex terus berlanjut. Informasi yang diperoleh, sebanyak dua orang saksi telah dipanggil oleh Pengadilan Negeri Sarolangun dalam sidang perdana, Senin (7/10).

Hakim Anggota Pengadilan Negeri Sarolangun, Muhammad Affan saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Kata dia, pada sidang perdana tersebut, beragendakan mendengarkan keterangan saksi dari pihak penggugat.

“Sudah kita panggil saksi dari penggugat. Ada dua orang saksi, atas nama Hendra dan Awaludin. Tadi kita mendengarkan keterangan dari mereka masalah batas tanah. Karena menurut versi penggugat, tanah miliknya berbatasan dengan saksi tersebut. Dengan Awaludin berbatasan sebelah selatan dan dengan Hendra sebelah utara,” katanya.

Lanjutnya, menurut keterangan yang diperoleh dari saksi atas nama Awaludin, membenarkan bahwa tanahnya berbatasan dengan saudara penggugat, yang saat ini bersengketa dengan pihak PT Minemex. 

“Kalau dengan Hendra batasan tanahnya jauh di atas. Kalau Awaludin sepakat bahwa di sebelah tanahnya adalah milik saudara penggugat,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk tahap selanjutnya masih dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lainnya dari pihak penggugat.

“Sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada Kamis (10/10). Setelah itu baru kita panggil dan mendengarkan keterangan saksi dari pihak tergugat,” timpalnya.

Sekedar mengingatkan, dalam gugatannya, PT Minemex dianggap telah menyerobot lahan miliknya seluas 1 hektare, untuk dijadikan sebagai lahan produksi tambang batu bara tanpa adanya ganti rugi. Untuk hal tersebut, dirinya meminta perusahaan tambang batu tersebut membayar sebesar Rp 29 miliar sebagai ganti rugi. (rin/enn)






BERITA BERIKUTNYA

loading...