Pelaku Karhutla Bisa Dibilang Teroris

Jokowi Bakal Tinjau Karhutla di Jambi

Selasa, 17 September 2019 | 09:43:05 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM,  JAMBI – Hampir sepekan kabut asap di Kota Jambi semakin menebal, akibat dari Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla). Menyikapi ini, Presiden Republik Indenesia Joko Widodo (Jokowi), akan datang ke Jambi untuk meninjau karhutla secara langsung.

Hal ini dikatakan langsung oleh Kasdam II/Sriwijaya, Brigjen TNI Syafrial, saat datang ke Korem 042/Gapu saat membahas penanggulangan karhutla di Provinsi Jambi, Senin (16/9) sekira pukul 11.00.

“Dalam waktu dekat presiden akan datang ke Provinsi Riau, dan tak menutup kemungkinan beliau akan datang ke Jambi untuk meninjau karhutla ini,” kata dia. Rapat kerja penanggulangan karhutla ini dihadiri oleh Danrem 042/Gapu, Kolonel Arh Elphis Rudy, Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS, diwakili oleh Kombes Pol Yasir sebagai Katalog Polda Jambi dan Forkomfinda lainnya.

Syafrial juga mengatakan karhutla ini, harus ditangani secara bersama baik masyarakat dan pemerintah setempat. Saat ini karhutla yang terjadi di Provinsi Jambi memang masih rendah dibandingkan dengan provinsi lainnya, seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah serta Provinsi Riau.

Saat ini ISPU sudah mencapai kategori tak sehat yakni mencapai 131. Sementara itu, Hotspot yang terpantau dari alat monitoring yang berada di Korem terpantau 27 titik hotspot di Provinsi Jambi. Dalam hal ini upaya untuk memadamkan karhutla harus ditingkatkan lagi.

Syafrial menyebutkan, proses hukum harus ditegakkan kepada pelaku yang sengaja membakar hutan hanya untuk membangun lahan dan hanya menjalankan kepentingan pribadinya, namun dampak yang terjadi menimbulkan kerugian bagi masyarakat lain. “Yang membakar itu bisa disebut teroris lingkungan hidup. Dia tega mengepentingkan urusan pribadinya dan mengorbankan masyarakat,” tambahnya.

Usaha dan segala usaha telah dilakukan, sosialisasi kepada masyarakat, pemadaman di lokasi, hingga menerjunkan 1.512 orang lebih untuk mengatasi karhutla ini. Berharap masyarakat bisa bekerja sama dengan aparat pemerintah setempat dan TNI-Polri. “Kita harus saling bahu membahu dan kerja sama serta tanggung jawab di wilayah kita agar karhutla tak lagi meluas,” harapnya.

Kemudian, Danrem 042/Gapu, Kolonel Arh Elphis Rudy mengatakan saat ini di Provinsi Jambi terdapat 1.720 hektare lebih lahan terbakar. Upaya untuk pemadaman telah dilakukan, namun memang terdapat beberapa kendala yang terjadi di lapanga seperti sulitnya akses atau medan dan jauhnya sumber air di lokasi.

“Kita juga sudah buat kanal cacing hingga kita buat tenda atau Bivak, ini salah satu upaya yang kita lakukan. Saat ini kita juga sudah mendapatkan bantuan tiga unit Heli namun baru dua yang beroprasi,” kata Elphis.

Sementara itu, Kombes Pol Yasir selaku Katalog Polda Jambi mengatakan saat ini pihaknya telah menangani 19 orang tersangka yang masih dalam proses penyidikan di Mapolda Jambi. “Sekarang masih 19 tersangka, namun ada kemungkinan akan bertambah lagi,” kata Yasir.

Saat ini pihaknya juga masih mencari bukti lain untuk menemukan tersangka lain dalam kasus karhutla. “Bicara penyidikan bicara tentang bukti, nanti akan kita kembangkan dan kesaksian untuk menemukan tersangka lainnya,” tandasnya. (slt/rib)

 



 





BERITA BERIKUTNYA

loading...