Setelah 36 Jam Pencarian

Ditemukan Tewas Mengapung

Rabu, 11 September 2019 | 09:50:29 WIB

PEMAKAMAN: Korban saat akan dimakamkan.
PEMAKAMAN: Korban saat akan dimakamkan.

BANGKO-INDEPENDENT.COMSAROLANGUN – Fauzan (9) warga Desa Ladang Panjang, Kecamatan Sarolangun yang tenggelam di sungai Batang Tembesi Sarolangun Minggu (8/9) sekira pukul 12.30 lalu, akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan mengapung. Penemuan jasad Fauzan ini setelah 36 jam pencarian.

Menurut informasi yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun, korban ditemukan pada Selasa (10/9) sekira pukul 00.30 dalam kondisi mengapung, tak jauh dari titik awal tenggelamnya korban.

“Alhamdulillah berhasil kita temukan. Namun kita turut berduka cita karena korban ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia,” kata Trianto, Kepala BPBD Sarolangun, Selasa (10/9).

“Tidak jauh dari lokasi awal tenggelamnya korban, sekira 500 meter,” sambungnya.

Dikatakannya, bersama anggota gabungan, yakni BPBD Sarolangun, Basarnas, TNI, Polri dan masyarakat setempat, pencarian dilakukan dengan menurunkan peralatan lengkap dan puluhan personil gabungan.

Dengan berbagai teknik pencairan, mulai dari menyusuri sepanjang aliran sungai, menyelam ke dasar sungai, hingga memutari air sungai dengan speed boat, selama dua hari pencarian tak membuahkan hasil.

“Jadi pada Selasa (10/9) sekira pukul 00.30, korban terlihat mengapung dan kemudian dilakukan evakuasi ke rumah duka,” terangnya.

Pantauan di lokasi, penemuan korban disambut isak tangis orang tua, keluarga dan masyarakat setempat. Korban usai dievakuasi, pada Selasa pagi langsung dimakamkan di pemakaman setempat.

Terkait hal ini, Camat Sarolangun, Huzairin saat dihubungi mengatakan, selama kondisi air sungai mengalami penyurutan, sudah terjadi beberapa kali kejadian anak-anak tenggelam. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar para orang tua melarang anak-anaknya untuk mandi di sungai.

“Kita sudah berkali-kali mengeluarkan imbauan kepada masyarakat atau orang tua, untuk menegur atau melarang anaknya mandi di sungai. Karena kejadian seperti ini yang kita khawatirkan. Ke depan, kita akan larang anak-anak mandi di sungai. Untuk itu kita perlu kerja sama dan perhatian bersama dari seluruh masyarakat,” tuntasnya. (rin/enn)






BERITA BERIKUTNYA

loading...