BPBD Lakukan Koordinasi dengan Dinkes dan BLH

Asap Kiriman Mulai Selimuti Kerinci

Senin, 09 September 2019 | 10:05:07 WIB

BERASAP 	: Pemandangan udara Kabupaten Kerinci Minggu (8/9) diselimuti kabut asap
BERASAP : Pemandangan udara Kabupaten Kerinci Minggu (8/9) diselimuti kabut asap Saprial/Jambi Independent

BANGKO-INDEPENDENT.COM,KERINCI – Kabut asap yang menyelimuti Kerinci dan Sungaipenuh pada Minggu (8/9), membuat warga terganggu. Kabut asap begitu tebal, membuat mata perih, kemudian jarak pandang juga terganggu dari pagi hingga sore hari.

Hal ini dibenarkan salah seorang warga Kerinci, Candra kepada koran ini. Dia mengatakan, Minggu (8/9) kabut asap menyelimuti Kabupaten Kerinci. Selain jarak pandang terganggu, asap juga dapat mengakibatkan flu serta menganggu pernapasan.

"Pagi ini kabut asap mulai terlihat tebal dan sangat berasa bagi pengendara. Jarak pandang juga terganggu," ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan warga Air Hangat Timur, Hendri. Dia menjelaskan  bahwa saat ini asap kiriman sudah sangat tebal di Kerinci maupun di Sungaipenuh.

"Asap mulai terlihat sejak pagi minggu, sampai siang asap masih sangat menganggu pemandangan. Kami minta pemerintah bantu membagikan masker sebagai antisipasi penyakit karena pengaruh asap," ujarnya.

Darifus, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kerinci mengatakan, kabut asap yang terjadi di Kabupaten Kerinci merupakan asap kiriman dari daerah tetangga.

"Asap yang menyelimuti kerinci adalah asap kiriman akibat Karhutla yang terjadi dibeberapa kabupaten tetangga, termasuk dari Provinsi Riau dan Sumsel," ujarnya.

Darifus menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan dengan BLH dan Dinas Kesehatan.

"Kita sudah koordinasi dangan Dinas LH dan Dinkes untuk mengukur ISPU di kabupaten Kerinci. Apakah berbahaya atau tidak bagi masyarakat untuk saat ini," katanya.

Hermendizal, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci menghinbau agar warga mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Kami menghimbau agar warga mengurangi aktivitas di luar rumah. Kalau terpaksa, maka diusahakan pakai masker," himbaunya.

Sementara itu, Arwiyanto, anggota DPRD Kerinci mengatakan bahwa Kabut asap di Kerinci sangat berasa dan menganggu pemandangan. Pihaknya mememinta LH untuk mengukur ISPU  dan Dinas Kesehatan untuk dapat membagikan masker jika udara di Kerinci dianggap sudah tidak sehat lagi.

"Kita minta BLH untuk mengukur ISPU setelah kabut asap menyelimuti Kerinci, dan Dinas Kesehatan untuk membagikan masker," pungkas Politisi PKB Kerinci ini. (sap/enn)

 






BERITA BERIKUTNYA

loading...