Adek Aku Baek, Ngapo Dibunuh

Jumat, 06 September 2019 | 09:39:33 WIB

MENGENASKAN: Jasad Fikri, ditemukan warga telah tewas dengan kondisi mengenaskan disertai adanya luka tusukan di tubuhnya.
MENGENASKAN: Jasad Fikri, ditemukan warga telah tewas dengan kondisi mengenaskan disertai adanya luka tusukan di tubuhnya.

BANGKO-INDEPENDENT.COM, JAMBI - Fikri (28) yang biasa dipanggil Syafi'i, warga Sengeti, Kabupaten Muarojambi, Kamis (5/9) ditemukan tewas mengenaskan di kamar kostnya, Lorong Pepaya, RT 14, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, pukul 17.00.

 

Pria ini diduga dibunuh. Saat ditemukan, ada empat luka tusuk di punggung belakang korban. Darah yang sudah menghitam, berceceran mengalir di lantai kamar berukuran 3x4 itu.

 

Saat itu, kondisi kamar berantakan dengan kasur yang tak beraturan. Pakaiannya berserakan. Selain itu, di dalam kamar tersebut juga ditemukan sepucuk pisau di samping kasur, sebuah martil dan tabung gas 3 kg. Di sana, Fikri terlentang di lantai. Selain di muka, ada sejumlah lebam di dada.

 

Tak hanya itu, di tubuhnya ada empat luka tusuk. Semua di punggung sebelah kiri. Awalnya, jasad Fikri diketahui saat salah satu warga setempat membakar sampah di belakang rumah. "Terus dia lihat ada lalat yang masuk ke dalam rumah lewat jendela," kata Syafrizal (30), pemilik kost.

 

Setelah itu, warga tersebut memberi tahunya untuk melihat apa yang ada di dalam kamar. Saat dicek, rupanya pintu kamar dalam kondisi digembok dari luar. Pintu pun dibongkar paksa. Saat terbuka, baru lah ditemukan jasad pemuda naas itu. Bau menyengat langsung menyeruak. Diperkirakan, dia sudah tewas 3 hari.

 

Kata dia, Fikri tinggal di kamar kostt tersebut hampir dua tahun seorang diri. Dia adalah pegawai Alfamart di depan SMP 5 Kota Jambi. Saat itu, Syafrizal terakhir kali melihatnya tiga hari yang lalu ketika hendak meminta uang kost.

 

"Nanti tanggal 4 atau tanggal 5 pak ya, kata dia ngomong sama kami untuk bayar kost," kenangnya. Fikri dikenal baik dan ramah. Dia juga memiliki banyak teman pria yang selalu main ke kost.

 

Fikri juga memiliki akun Facebook, dengan nama "Syafi'i ketahuan Selingkuh". Di sana terlihat korban terakhir kali mengupload foto pada 2 September. Di dalam Facebook tersebut juga terdapat sebuah foto yang sama dengan foto yang tertempel di dalam kamar kostnya.

 

Selain itu, Syahril (23) seorang yang tinggal di sebelah kamar kostnya mengatakan, dua hari sebelum ditemukan tewas, ada suara berisik di dalam kamar korban dari pukul 23.00 hingga pukul 01.00.

 

"Ada waktu itu memang suara ketawa sama ngobrol-ngobrol lah dia sama temannya tapi kami gak tau dia ngapain, terus kami tidur dak tau lagi ngapain," kata Syahril.

 

Saat itu, Syahril belum mencium bau busuk dari dalam kost. Selanjutnya, salah satu rekan kerja Fikri mengatakan, bahwa korban sudah 3 hari tak masuk kerja. "Orangnya baik, dia dak neko-neko orangnya. Setau kami dia tidak ada musuh," sebutnya.

 

Sementara itu, Kapolsek Telanaipura AKP Yumika mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih dalam untuk mengungkap kasus tersebut. "Sekarang masih kita dalami lagi dari korban pembunuhan ini," kata dia. 

 

Sementara jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Raden Mattaher untuk dilakukan otopsi. Tak lama ditemukan, datanglah kakak perempuannya bersama temannya. Melihat kondisi adiknya, dia langsung histeris. “Ya Allah, adek aku tu baek. Ngapo dibunuh orang,” katanya. Perempuan ini bahkan sempat pingsan, karena shock. (slt/rib)






BERITA BERIKUTNYA

loading...