Lebihi Tonase dan Tambah Ketinggian Bak Mobil

Puluhan Truk Terjaring Razia

Kamis, 05 September 2019 | 08:56:47 WIB

RAZIA 	: Petugas saat menahan mobil truk yang melanggar aturan.
RAZIA : Petugas saat menahan mobil truk yang melanggar aturan. Riki Saputra/Jambi Independent

BANGKO-INDEPENDENT.COM,  SAROLANGUN - Puluhan truk yang melintas di Kilometer 10 Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Sarolangun terjaring razia gabungan. Razia ini dilakukan oleh Dinas Perhubungan Sarolangun bersama Satlantas Polres Sarolangun, Rabu (4/9).

Dalam razia kali ini, sasaran prioritas razia yakni bagi truk yang muatannya melebihi tonase atau overload. Terbukti, tak hanya menemukan puluhan truk dengan muatan berlebih, petugas juga menemukan beberapa truk melakukan penambahan tinggi bak truk yang tidak sesuai dengan ukuran semestinya.

Kepala Dinas Perhubungan Sarolangun, Endang Abdul Naser saat dikonfirmasi mengatakan, puluhan truk yang terjaring razia tersebut mempunyai rute Sarolangun-Linggau dan sebaliknya.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, banyak ditemukan truk yang melebihi kapasitas. Ini jelas melanggar aturan, karena tidak sesuai dengan yang tertera pada KIR," jelasnya.

Dikatakannya, dalam razia itu, petugas juga melakukan pemeriksaan dan pengecekan terhadap kesesuaian surat kendaraan dengan kondisi dan muatan kendaraan. Alhasil, petugas menemukan banyak dari pemilik truk melakukan penambahan bak truk sebagai upaya mengelabui petugas dan menghindari penambahan biaya.

"Salah satunya kita temukan kenderaan jenis truk colt diesel yang ukuran tinggi bak truknya, melebihi ukuran normal sesuai surat kenderaan. Ini jelas penambahan ketinggian secara ilegal," imbuhnya.

Lanjutnya, untuk temuan ini, pihaknya melakukan tindakan penilangan terhadap para pengemudi truk. Selain melanggar aturan, tindakan para pengemudi ini juga memiliki dampak buruk terhadap keselamatan berlalu lintas hingga kerusakan terhadap jalan umum.

"Kalau kita lihat, sudah sangat banyak ruas jalan kita yang rusak akibat muatan truk berlebih. Selain itu juga hal ini berpotensi mengganggu keselamatan berlalu lintas. Bahkan sudah sering kali terjadi kecelakaan," tuntasnya. (rin/enn)






BERITA BERIKUTNYA

loading...