Wow BPJS Naik Dua Kali Lipat Ini Jumlahnya

Rabu, 28 Agustus 2019 | 10:06:04 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM, JAKARTA – Statmen mengejutkan datang dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di tengah Rapat Gabungan Komisi XI dan IX DPR di Jakarta, kemarin (27/8). Ia mengusulkan iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri kelas satu naik dua kali lipat dari Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu.

Tegas dalam pemaparannya Sri Mulyani mengaku usulan kenaikan tersebut lebih tinggi dibanding usulan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Dengan alasan kenaikan iuran dengan besaran tersebut diperlukan untuk menambal defisit keuangan BPJS Kesehatan yang pada tahun ini diperkirakan membengkak hingga Rp32,8 triliun.

Selain untuk peserta mandiri kelas 1, Sri Mulyani juga mengusulkan kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan kelas dua menjadi Rp110 ribu dari Rp51 ribu. “Untuk 2020 kami usulkan kelas 2 dan kelas 1 jumlah yang diusulkan oleh DJSN perlu dinaikkan,” kata Sri Mulyani.

Adapun untuk peserta mandiri kelas tiga BPJS Kesehatan, Sri Mulyani sependapat dengan Dewan DJSN untuk menaikkan iuran dari Rp25.500 menjadi Rp42 ribu. Dalam usulannya kepada pemerintah, DJSN semula mengusulkan iuran peserta mandiri BPJS Kesehatan untuk kelas satu naik menjadi Rp120 ribu. Sedangkan untuk kelas dua diusulkan naik dari Rp55 ribu menjadi Rp80 ribu.

Adapun kenaikan iuran peserta secara umum itu diusulkan untuk berlaku pada Januari 2020. Sri Mulyani juga menyetujui usulan DJSN mengenai kenaikan iuran Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau masyarakat miskin yang dibayarkan pemerintah dari Rp23 ribu menjadi Rp42 ribu. Dia bahkan mengusulkan kenaikan iuran khusus untuk PBI berlaku mulai Agustus 2019.

Di kelompok lain, kenaikan iuran tersebut akan bersamaan dengan kenaikan iuran untuk peserta penerima upah badan usaha. Untuk iuran peserta penerima upah (PPU) badan usaha sebesar lima persen dengan batas atas upah sebesar Rp12 juta atau naik dari yang sebelumnya Rp8 juta.

Sedangkan iuran PPU pemerintah sebesar lima persen dari penghasilan (take home pay) dari yang sebelumnya lima persen dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. Lagi-lagi Menkue menegaskan besaran kenaikan iuran yang diusulkan oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) akan tetap membuat keuangan BPJS Kesehatan defisit kembali di Tahun 2021.

Sementara itu, Ketua DJSN Achmad Choesni dalam paparannya di DPR menjabarkan usulan besaran kenaikan iuran BPJS Kesehatan, yaitu untuk peserta kelas tiga sebesar Rp42 ribu dari sebelumnya Rp25.500, peserta kelas dua menjadi Rp75 ribu dari sebelumnya Rp51 ribu, dan untuk peserta kelas satu menjadi Rp120 ribu dari sebelumnya Rp80 ribu.

Choesni menjelaskan biaya untuk satu orang peserta per bulan terus meningkat dari tahun ke tahun. Perhitungan DJSN, biaya yang dibutuhkan setiap peserta dari seluruh kategori kelas untuk satu bulan sebesar Rp50 ribu.

Namun, belakangan BPJS Kesehatan merevisi proyeksi defisitnya pada tahun ini menjadi Rp32,8 triliun. Kondisi tersebut bisa terjadi apabila iuran tetap sama seperti saat ini, jumlah kepesertaan yang meningkat, dan manfaat yang diberikan pada peserta tetap sama.

(ful/fin)






BERITA BERIKUTNYA

loading...