Penderita HIV Meningkat

Kamis, 15 Agustus 2019 | 13:11:13 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM, JAMBI – Siapa yang tak kenal dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)? Ya, HIV merupakan virus yang merusak sistem kekebalan tubuh. Sementara, infeksi HIV yang tidak segera ditangani, akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS.

AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya. Bahkan, sampai saat ini belum ada obat untuk menangani HIV dan AIDS. Akan tetapi, ada obat untuk memperlambat perkembangan penyakit tersebut, dan dapat meningkatkan harapan hidup penderita.

Berdasarkan informasi di atas, tercatat pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi, penderita HIV AIDS dari tahun ke tahun terlihat meningkat. Berbagai faktor pun menjadi alasannya, seperti seks bebas. Perkembangan HIV AIDS ini mulai tercatat sejak 1999, yang mana penderita HIV berjumlah 3 orang, meningkat pada tahun 2000 menjadi 4 penderita. Sementara kasus AIDS pada tahun tersebut tidak ada.

Selanjutnya, pada tahun 2001 meningkat menjadi 10 penderita HIV. Untuk AIDS berjumlah 2 orang. Tahun 2002 kembali meningkat dengan jumlah penderita HIV 14 orang dan AIDS 1 orang. Hal yang sama juga tercatat pada tahun 2003 dengan 19 penderita HIV dan 2 penderita AIDS.

Pada tahun 2004 tercatat 21 penderita HIV dan 7 penderita AIDS, tahun 2005 tercatat 39 penderita HIV dan 13 penderita AIDS. Tahun 2006 tercatat 23 penderita HIV dan 27 AIDS, tahun 2007 tercatat 24 penderita HIV dan 20 penderita AIDS, tahun 2008 tercatat 13 penderita HIV dan 41 penderita AIDS.

Kemudian, tahun 2009 tercatat 16 penderita HIV dan 53 penderita AIDS, tahun 2010 tercatat 23 penderita HIV dan 30 penderita AIDS. Lalu, tahun 2011 tercata 16 penderita HIV dan 35 penderita AIDS, tahun 2012 tercatat 73 penderita HIV dan 46 penderita AIDS.

Lanjut, tahun 2013 tercatat 96 penderita HIV dan 65 penderita AIDS, tahun 2014 tercatat 85 penderita HIV dan 34 penderita AIDS, tahun 2015 tercatat 58 penderita HIV dan 29 AIDS, tahun 2016 tercatat 63 penderita HIV dan 40 penderita AIDS.

Kemudian, tahun 2017 tercatat 49 penderita HIV dan 43 penderita AIDS, tahun 2018 tercatat 72 penderita HIV dan 63 penderita AIDS. “Total ada 727 penderita HIV dan 551 penderita AIDS,” singkat Kadis Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliarti, Rabu (14/8).

Lanjutnya, pada tahun 2018 lalu juga tercatat sebanyak 2.097 orang yang secara sukarela melakuan pemeriksaan HIV, dengan rincian 1.236 di antaranya adalah kaum pria dan 861 kaum wanita. Hasilnya, terdapat 76 orang yang positif menderita HIV, 57 di antaranya kaum pria dan 19 kaum wanita.

Selain itu, berdasarkan kelompok resiko juga terdata yang melakukan pengecekan HIV secara sukarela sebanyak  2.078 dengan hasil positif sebanyak 72 orang. Adapun kelompok resiko tersebut seperti Wanita Pekerja Seks (WPS) sebanyak 490, Pria Pekerja Seks (PPS) sebanyak 21 orang, waria sebanyak 19 orang, Laki Seks Laki (LSL) sebanyak 419 orang, IDU atau suntikan narkoba sebanyak 76 orang.

“Iya itu jumlah mereka yang secara sukarela memeriksakan dirinya. Terbanyak kelompok resiko yang positif itu, pada kelompok LSL,” tambahnya. Sementara untuk data tes HIV secara inisiasi petugas kesehatan terhadap ibu hamil pada tahun 2018, tercatat ada sebanyak 4.858. Yang positif HIV tercatat ada 3 ibu hamil. “Jadi kalau kita amati memang dari tahun ke tahun terjadi peningkatan,” timpalnya.

Hanya saja, ia tidak dapat menunjukkan ciri-ciri penderita HIV AIDS secara gamblang. Sebab hal tersebut hanya diketahui jika dilakukan pemeriksaan. “Harus melalui pemeriksaan, memang daya tahan tubuhnya menjadi lemah. Tapi tidak bisa menjadi patokan,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya mengimbau agar masyarakat khususnya warga Kota Jambi, agar tak sungkan dan malu untuk melakukan pemeriksaan HIV AIDS. Sebab, saat ini semua Puskesmas yang ada di Kota Jambi bisa melakukan pengecekan. Namun, jika masyarakat malu bisa mendatangi dua Puskesmas yang telah ditunjuk membuka pelayanan khusus HIV hingga sore hari.

“Jika malu silahkan datang ke Puskesmas Pakuan Baru atau Puskesmas Simpang Kawat. Di sana pelayanan HIV nya sampai sore,” tutupnya. Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi, Maulana ketika menghadiri rapat lintas sektor program TB paru dan HIV tingkat Kota Jambi, meneybutkan perlunya kerja sama antar pihak dalam rangka mewujudkan bidang kesehatan. Terkait kasus HIV sendiri, Maulana sempat menyinggung saat ini masih banyak waria-waria maupun PSK yang terang-terangnan menjajankan dirinya.

“Kami dapat laporan, itu di pasar banyak waria jika sudah malam. Mereka menjajankan diri, inikan salah satu penyebab bisa tertular HIV. Apalagi tingginya angka narkoba, diharapkan dengan adanya rapat ini diharapakan bisa mengambil langkah untuk penanggulangan HIV di semua sektor, dalam hal ini Puskesmas,” tutupnya. (ji/din)






BERITA BERIKUTNYA

loading...