Satu SPBU Nyaris Terbakar

Api Membesar di Pompa Pertalite

Selasa, 13 Agustus 2019 | 20:40:06 WIB

TERBAKAR : Jeringen berisi pertalite milik konsumen SPBU terbakar. Beruntung, api segera dapat dipadamkan sehingga tak menyambar SPBU.
TERBAKAR : Jeringen berisi pertalite milik konsumen SPBU terbakar. Beruntung, api segera dapat dipadamkan sehingga tak menyambar SPBU. Saprial/Jambi Independent

BANGKO-INDEPENDENT.COM,SUNGAIPENUH - Satu Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) di Koto Lebu Kecamatan Pondok Tinggi kota Sungaipenuh nyaris terbakar. Peristiwa ini terjadi Senin (12/8) sekitar pukul 7.00. 

Asap tebal awalnya dipicu dari satu unit sepeda motor mengisi BBM jenis Pertalite yang menggunakan jeriken. Namun saat jeriken sudah terisi, tiba-tiba timbul percikan api dari sepeda motor. Jeriken berisikan Pertalite tersebut langusng terbakar. Seketika api terlihat membesar. Namum petugas cepat dan tanggap mematikan api sehingga tidak sempat membakar BBM dalam SPBU.

Warga yang berada di lokasi sempat panik, karena api terlihat besar di tempat pengisian BBM jenis Pertalite khusus roda dua.

"Ya, saya lihat api membesar dan saya lihat yang terbakar adalah jeriken. Api cepat dipadamkan oleh petugas SPBU," kata sumber koran ini yang enggan disebutkan namanya. 

Kepala SPBU Koto Lebu, Zulpahdi membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia mengatakan memang ada yang terbakar di SPBU Koto Lebu. Tapi yang terbakar bukan BBM di SPBU, melainkan BBM dalam jeriken milik warga didekat SPBU. 

"Kejadiannya sekitar pukul 7.00. Ada sebuah motor yang mengisi minyak jenis Pertalite. Saat minyak sudah diisi oleh petugas ke dalam jeriken, kemudian pemilik ingin menghidupkan motor. Karena motor terlalu dekat dengan minyak, maka timbul percikan api sehingga terjadi kebakaran kecil. Petugas kita tanggap, segera menyemprotkan racun api sehingga api cepat mati," terangnya. 

Dijelaskan Zulpahdi, dengan adanya kejadian tersebut tidak ada permintaan ganti rugi. Karena api tidak membakar SPBU, hanya minyak di jeriken milik warga.

Ditanya apakah boleh menjual BBM dengan menggunakan jeriken? Kepala SPBU Koto Lebu menjelaskan bahwa boleh saja. Pembelian  BBM dengan jeriken diperbolehkan, tetapi bukan BBM yang bersubsidi seperti premium dan bio solar.

“Yang dibeli oleh warga pagi tadi jenis Pertalite, bukan bersubsidi," katanya. 

Sementara itu, Kasi Kemeterologian Dinas Perdagangan dan Penditribusian Kota Sungaipenuh, Aryadi mengatakan pihaknya tidak memberikan izin kepada SPBU untuk menjual BBM dengan menggunakan jeriken.

Terpisah, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Sungaipenuh, Sariani mengaku tidak mengetahui saat ditanya apakah pembelian BBM yang bukan subsidi dibolehkan apa tidak.

"Saya kurang tahu. Selama ini pihak SPBU tetap melayani pembelian BBM dengan jeriken," katanya. (hi/din)






BERITA BERIKUTNYA

loading...