Piala Adipura Terkendala Sampah

Senin, 12 Agustus 2019 | 16:09:56 WIB

Kadis Perkim Sarolangun, Saifullah meninjau tumpukan sampah.
Kadis Perkim Sarolangun, Saifullah meninjau tumpukan sampah.

 BANGKO-INDEPENDENT.COM-Dalam rangka menghadapi penilaian Adipura, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Sarolangun, Saifullah mengakui bahwa persoalan sampah masih jadi masalah utama. Mulai dari banyaknya sampah yang dibuang sembarangan, hingga penimbunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang belum selesai.

"Kalau untuk TPA sendiri, karena semuanya harus ditutup menggunakan tanah. Maka benar-benar harus kita kerjakan. Sekarang dalam rangka penimbunan. Sementara untuk masalah sampah, masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Untuk hal ini, kita butuh peran serta masyarakat dalam mengatasi hal ini," katanya, Minggu (11/8).

Kendati demikian, pihaknya mengaku terus turun ke lapangan untuk mengecek kondisi kebersihan titik pantau Adipura. Sekaligus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat terkait persoalan sampah.

"Sebenarnya kalau membuang sampah sembarangan, kita ada Peraturan Daerah (Perda). Pelaku akan didenda Rp 2,5 juta," ujarnya.

Menurutnya, beberapa lokasi yang sering terjadi pembuangan sampah sembarangan yakni di kawasan Pasar Atas dan Pasar Bawah Sarolangun.

"Ini yang sedang kita benahi sekarang. Kebersihan, kerapian dan kenyamanan pasar harus kita wujudkan. Tidak hanya sampahnya, pedagang yang berjualan tidak pada tempatnya atau diatas drainase juga telah kita tertibkan. Tapi memang sedikit susah dalam hal ini, karena setelah kita tertibkan, kembali lagi berjualan di sana. Untuk tindak tegas, kita akan terapkan Perda tersebut. Kedapatan buang sampah atau melanggar aturan, akan kita denda Rp 2,5 juta sesuai aturan," tegasnya.

Menurutnya, dengan ketersediaan TPS yang sudah maksimal, masyarakat diimbau agar membuang sampah pada tempatnya.

"Selain ketersediaan TPS, angkutan sampah kita yang berjumlah kurang lebih 12 unit juga kita siapkan. Delapan unit mobil dumptruck dan empat unit motor bak," akunya.

Besar harapannya, dengan segala persiapan yang telah dilakukan, yakni mencapai 90 persen, Kabupaten Sarolangun bisa mendapatkan Piala Adipura tahun 2019.

Sementara itu, Asisten I Setda Sarolangun, Arief Ampera mengajak masyarakat untuk bersma-sama menjaga kebersihan. Baik kebersihan lingkungan, seperti saluran air, dan tanam tumbuh disekitar pekarangan rumah.

"Dan yang lebih penting adalah pengelolaan sampah. Penanganan sampah harus dilakukan dengan benar. Mulai dari rumah tangga, lanjut ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). TPA juga harus bersih, tidak ada lalat, sampah ditimbun rapi, ditanami tumbuhan dan sanitari harus bersih,” tuntasnya.

(rin/enn)

 



 





BERITA BERIKUTNYA

loading...