Ke Jambi Lantik Dua PC NU Kota Jambi dan Kabupaten Batanghari

Said Aqil Siraj : Bagi NU, NKRI Harga Mati

Senin, 05 Agustus 2019 | 10:00:06 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM, JAMBI - Rapat kerja wilayah, untuk Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jambi di hadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar NU, Kyai Said Aqil Siradj. Selain agenda rapat kerja wilayah, Said Aqil Siradj juga melantik ketua dan anggota  PC NU Kota Jambi dan Kabupaten Batanghari. 

Usai melantik Said Aqil Siradj mengimbau, seluruh pengurus NU di Jambi harus siap untuk memantabkan wawasan kebangsaan untuk warga Jambi dan ulama di Jambi.

“Kita mantabkan wawasan kebangsaan untuk warga dan ulama. Kita punya prinsip yang tak tergeser, pemahaman islam yang waljamaah dan toleran. Selain itu, asas politik kita juga bernegara Nasional, bukan negara agama,” katanya, Minggu (4/8) malam.

Sambungya, hal ini bisa dipelajari dalam beberapa kisah. Di antaranya, kisah Nabi Muhammad SAW yang saat itu hijrah di Kota Yatrip, berjarak 445 KM dari Kota Makkah. Di kota tersebut, Nabi Muhammad mendapatkan masyarakat yang plural. Ada penduduk yang beragama islam. Namun, juga ada pendudukan yang bukan islam.

Nabi setelah melihat kenyataan itu, tidak mempermasalahkan. Bagi Rosulullah meskipun masyarakat plural, namun memiliki satu misi, citanya sama, garis besarnya sama. Itu semua satu umat.

“Jadi kesimpulannya, pada 15 abad yang lalu telah berhasil membangun komunitas yang modern. Tidak di atas agama ataupun suku. Tetapi di atas konstitusi dengan visi misi yang sama. Oleh karena itu, Nabi tidak memproklamirkan negara islam,”ungkapnya.

Masih kata Kiai Said, prinsip kebangsaan berdasarkan Undang-Undang tahun 1945 ini merupakan hasil dari itjihad ulama. Karena yang mendirikan negara Indonesia ini, bukan hanya jasa perseorangan dari Soekarno ataupun Hatta. Tetapi juga peran para ulama seperi Kiai Hasyim Asy’ari dan tokoh islam lainnya.

“Kiai Hasyim Asy’ari memiliki jargon hubbulwathon minal iman, nasional bagian dari iman. Oleh karena itu, bagi NU, NKRI harga mati. Dalam beragama NKRI, UUD 45, Bhineka tunggal ika adalah harga mati,”ungkapnya.

Dalam rapat kerja wilayah, juga terlihat Amin Nasution selaku Ketua Lembaga Pertanian PB NU, Ketua PW NU Provinsi Jambi Aminullah Hamid, Gubernur Jambi  yang diwakili oleh  Asisten 1 Setda Provinsi Jambi, juga hadir Rais Am dan Khatib PW NU Jambi.  Sebelum pelantikan Ketua dan anggota PC NU,  kegiatan siang harinya yakni Rakerwil NU yang dihadiri seluruh PC NU sebagai Provinsi Jambi.(nia/zen/muz/rib))

TEGASKAN: Kyai Said Aqil Siradj (tengah) saat membuka rapat kerja wilayah PWNU Provinsi Jambi menegaskan, bagi NU, NKRI harga mati.

 

Said Aqil Siraj : Bagi NU, NKRI Harga Mati

 

Ke Jambi Lantik Dua PC NU

Kota Jambi dan Kabupaten Batanghari

 

 

JAMBI - Rapat kerja wilayah, untuk Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jambi di hadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar NU, Kyai Said Aqil Siradj. Selain agenda rapat kerja wilayah, Said Aqil Siradj juga melantik ketua dan anggota  PC NU Kota Jambi dan Kabupaten Batanghari. 

Usai melantik Said Aqil Siradj mengimbau, seluruh pengurus NU di Jambi harus siap untuk memantabkan wawasan kebangsaan untuk warga Jambi dan ulama di Jambi.

“Kita mantabkan wawasan kebangsaan untuk warga dan ulama. Kita punya prinsip yang tak tergeser, pemahaman islam yangwaljamaah dan toleran. Selain itu, asas politik kita juga bernegara Nasional, bukan negara agama,” katanya, Minggu (4/8) malam.

Sambungya, hal ini bisa dipelajari dalam beberapa kisah. Di antaranya, kisah Nabi Muhammad SAW yang saat itu hijrah di Kota Yatrip, berjarak 445 KM dari Kota Makkah. Di kota tersebut, Nabi Muhammad mendapatkan masyarakat yang plural. Ada penduduk yang beragama islam. Namun, juga ada pendudukan yang bukan islam.

Nabi setelah melihat kenyataan itu, tidak mempermasalahkan. Bagi Rosulullah meskipun masyarakat plural, namun memiliki satu misi, citanya sama, garis besarnya sama. Itu semua satu umat.

“Jadi kesimpulannya, pada 15 abad yang lalu telah berhasil membangun komunitas yang modern. Tidak di atas agama ataupun suku. Tetapi di atas konstitusi dengan visi misi yang sama. Oleh karena itu, Nabi tidak memproklamirkan negara islam,”ungkapnya.

Masih kata Kiai Said, prinsip kebangsaan berdasarkan Undang-Undang tahun 1945 ini merupakan hasil dari itjihad ulama. Karena yang mendirikan negara Indonesia ini, bukan hanya jasa perseorangan dari Soekarno ataupun Hatta. Tetapi juga peran para ulama seperi Kiai Hasyim Asy’ari dan tokoh islam lainnya.

“Kiai Hasyim Asy’ari memiliki jargon hubbulwathon minal iman, nasional bagian dari iman. Oleh karena itu, bagi NU, NKRI harga mati. Dalam beragama NKRI, UUD 45, Bhineka tunggal ika adalah harga mati,”ungkapnya.

Dalam rapat kerja wilayah, juga terlihat Amin Nasution selaku Ketua Lembaga Pertanian PB NU, Ketua PW NU Provinsi Jambi Aminullah Hamid, Gubernur Jambi  yang diwakili oleh  Asisten 1 Setda Provinsi Jambi, juga hadir Rais Am dan Khatib PW NU Jambi.  Sebelum pelantikan Ketua dan anggota PC NU,  kegiatan siang harinya yakni Rakerwil NU yang dihadiri seluruh PC NU sebagai Provinsi Jambi.(nia/zen/muz/rib))

 

 

 

 

 








BERITA BERIKUTNYA

loading...