Suhu Panas Tewaskan 11 Orang di Jepang

Rabu, 31 Juli 2019 | 17:21:54 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM, TOKYO – Sedikitnya 11 orang meninggal dan ribuan lainnya dalam perawatan di rumah sakit, akibat suhu panas ekstrem yang melanda Jepang sepekan terakhir ini.

Dilansir media lokal, Kyodo, Selasa (30/7), suhu rata-rata di seluruh penjuru negeri naik tajam pekan lalu. Setidaknya 5.664 orang dirawat di rumah sakit karena gejala dehidrasi.

Beberapa dari korban yang dirawat didiagnosis dengan gejala parah dan membutuhkan perawatan selama tiga minggu. Adapun 52,6 persen pasien yang masuk rumah sakit di antaranya berusia 65 ke atas.

Salah satu yang meninggal dilaporkan merupakan seorang penampil di sebuah taman hiburan di Osaka berusia 28 tahun. Korban dikabarkan pingsan setelah melakukan geladi bersih pada Minggu malam.

“Sekitar 11 kematian dilaporkan terjadi di 47 prefektur Jepang, dengan jumlah pasien terbanyak di Prefektur Aichi dengan 392 orang, diikuti oleh Prefektur Osaka dengan 388 dan Tokyo dengan 299 orang,” tulis laporan media harian itu, Selasa (30/7).

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat, suhu tertinggi Tokyo pada Selasa (30/7) mencapai 35,4 derajat celcius. Lembaga itu juga meramalkan, suhu tinggi akan melanda negara itu dalam beberapa pekan ke depan.

Selain Tokyo, Kota Tajimi di Prefektur Gifu, Kota Kyoto, dan Kota Hatoyama di Prefektur Saitama juga menjadi wilayah terpanas di Jepang, di mana suhu pada siang hari ini masing-masing mencapai suhu 37,1 derajat celcius, 36,8 derajat celcius, dan 36,6 derajat celcius.

Prakiraan cuaca pekan ini juga menunjukkan suhu tertinggi pada siang hari bisa mencapai 35 derajat celcius di sejumlah kota metropolitan, yakni Kyoto, Osaka, Nagoya, Hiroshima, dan Fukuoka.

JMA mendesak warga Jepang, untuk tetap terhidrasi dengan meminum air cukup, serta membawa payung atau topi setiap bepergian untuk mengurangi bahaya paparan sinar matahari.

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang juga telah memperingatkan, bahwa kondisi panas ekstrem ini akan menjadi hal yang biasa jika tidak ada tindakan segera untuk mengurangi dampak pemanasan global.

Berdasarkan simulasi yang dilakukan Institut Penelitian Meteorologi JMA, suhu musim panas Jepang di Tokyo diperkirakan mencapai 43,3 derajat celcius pada 2100 mendatang.

(der/rts/fin)






BERITA BERIKUTNYA

loading...