Pelajar Jadi Korban

Polisi Gadungan Beraksi

Kamis, 11 Juli 2019 | 10:13:40 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM, MERANGIN - Roi Jati (15) seorang pelajar warga Kelurahan Pematang Kandis tak menyangka akan menjadi korban perampasan. Tindakan perampasan itu dilakukan oleh polisi gadungan saat korban berada di wilayah jalan tiga jalur Desa Sungai Ulak. Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan sebuah handpone.

Perampasan yang dialami korban terjadi pada pukul 23.30. Ketika itu korban dan temannya sedang duduk-duduk di depan Alfamart yang berada di jalan tiga jalur Desa Sungai Ulak. Sedang asik duduk-duduk, korban didatangi dua orang pelaku dan langsung menyuruh korban dan teman-temannya berbaris. Tak hanya berbaris, korban dan teman-temannya juga diminta untuk mengeluarkan handpone.

Usai mendapatkan Handpone, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Dan merasa telah tertipu serta handpone miliknya telah dirampas. Korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Merangin.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kasubbag Humas Iptu Sobri,membenarkan jika ada laporan terkait perampasan di ujung jalur sungai ulak. Dari keterangan korban, pelaku melakukan aksinya dengan berpura-pura sebagai anggota Kepolisian. “Pelaku ini berpura-pura sebagai polisi untuk menakuti korban. Setelah pelaku berhasil mendapatkan harta benda korban, pelaku langsung melarikan diri,” jelas Iptu Sobri, Rabu (10/7).

Sobri menjelaskan saat ini banyak modus yang dilakuka pelaku. Baik itu berpura-pura menjadi aparat keamanan. Untuk itu, ia meminta agar warga selalu waspada terhadap tindak tanduk kejahatan dan jangan mudah percaya dengan siapa pun.

“Jika memang polisi dan melakukan razia tentu menggunakan pakaian seragam. Jikapun ada yang menggunakan pakaian preman pasti selalu di damping dengan pakaian seragam kepolisian,” tutupnya. (zak)






BERITA BERIKUTNYA

loading...