1.5 Ton Sabu Jadi Abu

Rabu, 10 Juli 2019 | 21:10:29 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM, JAKARTA – Peluh bercucuran di dahi Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Suhu panas menyelimuti sekitar mesin pembakar milik Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Selasa (9/7). Satu demi satu bungkusan sabu berbalut lakban dimasukan Karopenmas Divisi Humas Polri itu ke dalam lubang tungku pembakaran. Di sampingnya, masih ada ratusan sabu yang menunggu menjadi abu.

Siang itu, Direktorat Narkoba Bareskrim Polri memusnahkan 1.5 ton sabu. Barang ini merupakan hasil pengungkapam penyelundupan narkoba sejak bulan Januari hingga Juni ini. Dari kasus tersebut, sebanyak 27 tersangka berhasil diamankan.

Dedi menjelaskan, beberapa tersangka merupakan warga negara asing (WNA).Pengungkapan 1,5 ton narkoba itu juga menyelamatkan 150 juta jiwa penduduk Indonesia.

“Para tersangka adalah pelaku kejahatan internasional. Dimana, pelakunya adalah orang Indonesia yang bekerjasana dengan warga negara asing,” ujarnya.

Sementara itu, Wadir IV Direktorat Narkoba Bareskrim Polri Kombes Krisno Siregar mengatakan, dari seluruh barang bukti yang dimusnahkan itu diantaranya ada dua pengungkapan terbaru. Yakni penangkapan kurir bersama barang bukti 72 kilogram sabu dan puluhan ribu butir ekstasi.

“Jalur penyelundupan sabu oleh tersangka dimulai dari Malaysia lalu ke Pulau Bengkalis, Riau kemudian Pekanbaru dan berakhir di Jakarta,” beber Krisno.

Dalam upaya ini, diakui Krisno, pihaknya berhasil menyita barang bukti 22 Kg sabu dan 10 butir pil ekstasi di Bengkalis. Penangkapan sendiri berlangsung pada 28 Juni lalu.

“Ada 6 tersangka yang ditangkap, kemudian secara berkelanjutan juga berhasil ditangkap sebanyak 26 orang,” jelasnya.

Dijelaskanya, jaringan ini memiliki tujuan akhir mengedarkan narkoba ke sejumlah kota-kota besar.

Di hari yang sama, polisi juga membongkar jaringan sabu Malaysia. Mereka memakai rute yang berbeda. Setelah sabu dikemas di Malaysia, barang haram tersebut lalu dikirim ke Dumai dan berakhir di Medan via jalur laut.

Drama kejar-kejaran antara petugas dan polisi sempat terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Dumai. Hingga akhirnya, mobil yang dipakai pelaku terbalik dan meledak. ” Satu tersangka berhasil kita amankan bersama 50 Kg sabu di dalam mobil,” beber Krisno.

Kini, para tersangka yang berhasil ditangkap bakal dijerat pasal 114 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Terpisah, DeputiPemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari mengatakan, Indonesia saat ini merupakan pasar yang paling besar bagi para bandar narkoba bukan saja di Asean, tapi Asia. Dan potensi kelompok terbesar yang terjerumus, yakni kaum milenial.

“Untuk mereka yang usia 15-35 tahun paling rentan terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” tandasnya.

(mhf/fin/tgr)






BERITA BERIKUTNYA

loading...