Malaysia Tangkap 11 WNI Ilegal

Rabu, 10 Juli 2019 | 21:09:01 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM, Sedikitnya 11 warga negara Indonesia (WNI) di antara 102 imigran ilegal, ditangkap dalam serangkaian penggerebekan di Langkawi, Malaysia, Selasa (9/7)

Imigran ilegal yang ditangkap terdiri atas 53 warga Myanmar, 22 warga Bangladesh, 11 WNI, 9 warga Filipina, dua warga Pakistan, satu warga India, dua warga Nepal dan dua warga Thailand. Para imigran ilegal yang ditangkap berusia antara 1 tahun hingga 48 tahun.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Selasa (9/7), setidaknya ada 90 lokasi di Langkawi yang menjadi target penggerebekan oleh Departemen Imigrasi Kedah. Operasi terintegrasi ini berlangsung selama tiga hari, yakni antara 5-7 Juli lalu.

Langkawi sendiri dikenal sebagai pulau tujuan wisata, khususnya oleh wisatawan asing. Penggerebekan oleh otoritas imigrasi Malaysia ini dilakukan di klub-klub yacht, marinas (pelabuhan khusus kapal pesiar) pribadi, resor di pulau-pulau pribadi dan area sekitar Pantai Chenang.

Direktur Departemen Imigrasi Kedah, Zuhair Jamaludin mengatakan, lokasi lainnya yang menjadi target penggerebekan antara lain lokasi proyek konstruksi, rumah-rumah sewaan juga lokasi bisnis seperti toko bahan makanan, restoran, kedai makanan, kelab malam dan tempat cuci mobil.

Operasi penggerebekan ini dipimpin langsung oleh Kepala Divisi Penegakan Hukum, Ravathi Sinnathamby, yang didampingi empat pejabat senior dan 13 personel Departemen Imigrasi setempat.

“Lebih dari 1.000 orang diperiksa dalam penggerebekan ini. Total ada 102 imigran ilegal dari berbagai negara yang ditangkap,” kata Zuhair.

Para imigran ilegal ini ditahan karena menyalahgunakan izin kunjungan sosial untuk bekerja, tidak bisa menunjukkan dokumen perjalanan yang valid dan karena overstay atau berada di Malaysia melebihi batasan izin tinggal.

“Departemen Imigrasi akan meningkatkan operasi demi menyortir imigran-imigran ilegal yang bekerja tanpa dokumen valid di pulau ini,” tandasnya.

(FIN)






BERITA BERIKUTNYA

loading...