Asyik Berjudi di Siang Bolong

Emak-Emak Digerebek

Rabu, 10 Juli 2019 | 16:03:41 WIB


BERJUDI : Polisi saat mengamankan IRT yang sedang asyik bermain judi remi. Empat IRT ini langsung digelandang ke Mapolres Kerinci.
BERJUDI : Polisi saat mengamankan IRT yang sedang asyik bermain judi remi. Empat IRT ini langsung digelandang ke Mapolres Kerinci. Dedi/Bangko Independent

BANGKO-INDEPENDENT.COM, SUNGAIPENUH - Apes, niat hati ingin meraup rupiah dari main judi kartu remi, empat ibuk-ibuk alias emak-emak di Kelurahan Dusun Baru, Kecamatan Sungaibungkal, justru ditangkap polisi. 

Informasi yang dihimpun keempat ibu rumah tangga (IRT) tersebut ditangkap saat asyik main judi disiang bolong, Senin (8/7) kemarin sekitar pukul 13.00. Saat digerebek polisi, kartu remi sedang berserakan di tikar, sementara keempat ibuk-ibuk tampak duduk sambil memegang kartu remi. Keempat IRT tersebut berinisial D (38), YPA (38) , MN (61) dan I (46). Sedangkan lokasi tempat judi dengan taruhan rupiah tersebut bertempat disalah satu rumah milik MN, Kelurahan Dusun Baru. 

Saat digerebek dan ditangkap, mereka tak berkutik dan pasrah. Petugas pun langsung memborgol dan menyita alat bukti berupa kartu remi serta uang tunai senilai Rp 166 ribu, yang diduga uang taruhan judi. Selanjutnya, keempat IRT tersebut langsung digelandang ke Mapolres Kerinci untuk diproses lebih lanjut. 

Kapolres Kerinci, melalui Kasat Reskrim, IPTU Toni Hidayat mengatakan penangkapan tersebut bermula dari info yang disampaikan warga. Warga menyebutkan ada rumah dijadikan tempat berjudi. Atas info tersebut, tim buser Polres Kerinci langsung mendatangi rumah yang dimaksud.

"Sesampai di lokasi, anggota langsung melakukan penggerebekan dan menangkap pelaku serta menyita barang bukti. Saat penangkapan tidak ada perlawanan," ungkapnya. 

Dalam penggerebekan tersebut, kata Kasat ditemukan beberapa barang bukti berupa 2 set kartu remi warna merah, dan uang tunai sebanyak Rp 116 ribu. "Atas perbutaan tersebut, keempat pelaku diancam dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara," tegas Kasat. (ded)

 






BERITA BERIKUTNYA

loading...