Kades Ngaku Belum Dapat Informasi

PETI Guguk Masih Beraksi

Rabu, 10 Juli 2019 | 16:00:17 WIB

BEKERJA : Alat berat jenis Escavator saat melakukan aktivitas PETI. Alat berat ini masih beraktivitas di wilayah hutan adat Desa Guguk.
BEKERJA : Alat berat jenis Escavator saat melakukan aktivitas PETI. Alat berat ini masih beraktivitas di wilayah hutan adat Desa Guguk. Ist/Bangko Independent

BANGKO-INDEPENDENT.COM, MERANGIN - Setelah dilakukan sweping masyarakat bersama Pemerintah Desa Guguk dibantu anggota Kepolisian. Ternayat tak membuat jera pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang ada di Hutan Adat Desa Guguk. Pasalnya, hingga kini aktifitas tersebut masih berorprasi. 

Seperti diungkapkan salah satu pemain PETI di hutan Adat Desa Guguk yang enggan namanya disebutkan. Dia mengatakan hingga kini alat berat masih bekerja di lokasi. Tetapi ketika warga datang, alat tersebut dipindahkan dari lokasi. "Sudah warga datang ke lokasi, kami kerjo lagi lah. Kalau saya nak bawak alat itu keluar tanggug. Saya rental alat tu tinggal dua bulan lagi, abis rental alat saya keluarkan," ujarnya. 

Dirinya mengatakan, untuk alat yang ada di hutan adat Desa Guguk tersebut ada empat unit alat berat. Tetapi diluar hutan adat juga ada alat yang bekerja.  "Di luar hutan ada juga alat yang kerjo. Alat itu ada yang punya dari Sungai Manau. Kalau alat saya akan saya keluarkan," ungkapnya. 

Masih adanya alat berat PETI di wilayah hutan adat tersebut, Kepala Desa Guguk Muhamad Ijazi mengaku sudah tidak ada lagi alat berat PETI di lokasi tersebut. Hal itu pasca sudah dilakukan pengecekan oleh Pemerintah Desa Guguk dan masyarakat. Pihaknya tidak ada menemukan alat hanya menemukan dua unit asbuk.

"Kita belum dapat kabar kalau alat kembali bekerja di dalam. Tetapi dalam waktu dekat ini kita akan berkoordinasi sama pihak Polsek dan kembali masuk kelokasi," cetusnya. 

Ia menjelaskan untuk sampai ke lokasi PETI tersebut memerlukan waktu lebih kurang dua jam dan menaiki ketek (perahu mesin tradisional). Namun sesampai di lokasi dilanjuti jalan kaki lebih kurang satu jam. 

"Kalau ke lokasi cukup jauh,  naik ketek. Sampai disano kito jalan kaki pulo ke dalam, namun pihak kita akan segera mungkin kembali mengecek ke lokasi," pungkasnya.  (mg02)






BERITA BERIKUTNYA

loading...