Rumah Warga hingga Akses Jalan Terendam Banjir

Banjir Kiriman Hantam Singkut

Senin, 08 Juli 2019 | 10:15:36 WIB

BANJIR : Akses jalan terputus dilanda banjir. Warga pengguna motor tidak bisa melewati jalan lantaran genangan air yang cukup tinggi FOTO: Riki Saputra / Jambi Independent
BANJIR : Akses jalan terputus dilanda banjir. Warga pengguna motor tidak bisa melewati jalan lantaran genangan air yang cukup tinggi FOTO: Riki Saputra / Jambi Independent

BANGKO-INDEPENDENT.COM, SAROLANGUN - Akibat tingginya intensitas hujan yang melanda Kecamatan Singkut, puluhan rumah warga hingga akses jalan dihantam banjir kiriman. Ini disampaikan oleh Kepala BPDB Sarolangun Trianto, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Yen Aswadi, Minggu (7/7).

Kata dia, hujan lebat yang mengguyur sejak pukul 3.00 - 5.00, membuat air Sungai Gedang meluap. Akibatnya, puluhan rumah warga yang tersebar di beberapa desa, yakni Desa Sungai Gedang, Desa Pasar Singkut, Desa Bukit Murau, Desa Siliwangi dan Kelurahan Sungai Benteng terendam banjir setinggi kurang lebih 1,2 meter.

"Iya benar, beberapa desa dilanda banjir. Sejauh ini tim kita, Tim Reaksi Cepat (TRC) sudah berada di lokasi untuk melakukan pantauan dan pendataan terhadap korban banjir," katanya.

Lanjutnya, dari hasil pantauan di lapangan, tidak ada warga yang mengungsi. Pasalnya banjir tersebut merupakan banjir kiriman dan rutin terjadi jika terjadi hujan lebat dalam jangka waktu yang cukup lama.

"Sejauh ini belum ada. Banjir kiriman hanya berlangsung selama kurang lebih empat jam. Sekarang sudah surut, ketinggian air hanya berkisar 20 cm. Tapi ada beberapa lokasi yang terdampak cukup parah. Diantaranya Pondok Pesantren Wali Songo Desa Sungai Gedang dan Jalan Lintas Sumatera di Desa Bukit Murau," terangnya.

Dia mengatakan tidak ada korban jiwa akibat banjir ini, hanya saja 170 santri di Pondok Pesantren Wali Songo untuk sementara waktu tidak bisa menempati ruang belajar dan tempat tinggalnya. Karena banyaknya peralatan pondok dan pribadi yang terendam banjir.

Sementara itu, Camat Singkut RA Fatimah saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Kata dia, saat ini pihak kecamatan sudah turun ke lokasi untuk melakukan peninjaun dan pendataan terhadap korban banjir.

"Kita sudah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan pendataan wilayah mana saja yang paling parah terdampak banjir. Karena hampir semua desa terkena imbas dari luapan air Sungai Gedang," ujarnya.

"Tidak ada korban jiwa. Cuma ada satu unit mobil milik warga Tanjung Raden terseret banjir saat hendak menuju ke pasar. Tapi sudah dilakukan evakuasi oleh warga," sambungnya.

Senada disampaikan Lurah Sungai Benteng, Ario L Fajri. Kata dia, banjir terjadi akibat pendangkalan Sungai Gedang dan Sungai Benteng. Akibatnya, debit air yang mengalami peningkatan tidak seimbang dengan kapasitas daya tampung sungai.

"Sungai kita ini bisa dibilang mengalami pendangkalan akibat banyaknya endapan sampah dan lainnya. Jadi setiap terjadi hujan lebat, banjir pasti terjadi," terangnya.

Terkait hal ini, lanjut Ario, pihaknya sudah mengusulkan anggaran untuk pengerukan sungai ke pihak provinsi.

"Sudah kita ajukan. Masih kita tunggu progresnya nanti. Karena jika dibiarkan, maka tetap terjadi banjir setiap hujan lebat tiba. Kasihan masyarakat kita," tuntasnya. (rin/enn)






BERITA BERIKUTNYA

loading...