Hardizal : TPS di Renah Kayu Embun Diduga Tanpa Izin

Sampah Masih jadi Persoalan

Rabu, 03 Juli 2019 | 10:42:37 WIB

MENUMPUK: Warga merasa terganggu dengan kondisi sampah yang menumpuk di di Jalan Beton, Dusun Nek, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Sungai Bungkal. Saprial / Jambi Independent
MENUMPUK: Warga merasa terganggu dengan kondisi sampah yang menumpuk di di Jalan Beton, Dusun Nek, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Sungai Bungkal. Saprial / Jambi Independent

BANGKO-INDEPENDENT.COM, SUNGAIPENUH – Masih banyaknya sampah yang berserakan di sejumlah sudut Kota Sungaipenuh, kerap dikeluhkan oleh beberapa warga. Bahkan, hal ini pun menjadi sorotan oleh pihan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sungaipenuh. Menumpuknya sampah-sampah ini, dikarenakan lambatnya pihak terkait untuk mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

 

Seperti halnya di jalan Beton, Dusun Nek, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Sungai Bungkal. Di sana kerap sekali sampah menumpuk, sehingga menimbulkan bau tak sedap. Warga sekitar pun merasa terganggu.

 

“Sampah sering terlihat menunpuk, petugas sering terlambat dalam pembuangan sampah. Sehingga menimbulkan bau tak sedap di sepanjang jalan beton tersebut," kata warga setempat, yang minta namanya tak disebutkan.

 

Sorotan pun juga dilontarkan oleh Hardizal, anggota DPRD Kota Sungaipenuh. Pihaknya mengaku sangat menyayangkan masih banyaknya sampah yang belum terkelola secara maksimal. Selain itu, keberadaan lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Renah Kayu Embun, dikatakan Hardizal diduga belum ada izin amdal.

 

"Kami sebagai dewan khawatir bahwa tempat lokasi pembuangan sampah di Renah Kayu Embun diduga tidak ada izin amdal. Ini tentu berbahaya. Pemerintah Kota Sungaipenuh terkesan tutup mata dan telinga dalam persoalan sampah ini. Sampah masih menjadi PR pemkot," kata Hardizal.

 

Lanjut pria yang juga politisi PDIP Kota Sungaipenuh ini, keberadaan TPS di Renah Kayu Embun juga dianggap bisa menjadi masalah besar untuk jangka panjang. Karena lokasi tersebut hanya sistem kontrak dan tidak punya amdal.

 

"Anggaran kontrak lokasi pembuangan sampah tersebut kalau tidak salah, sekitar Rp 75 juta per tahun," terang Hardizal.

 

Diakui juga oleh Hardizal, pihak dewan pernah meminta Wali Kota Sungaipenuh agar pembuangan sampah kembali ke lokasi TPST di Km 14 arah Tapan yang sudah punya izin amdal. Tapi Pemkot masih ingin tetap membuang sampah di Renah Kayu Embun. "Kami di DPRD pernah menyampaikan agar pembuangan sampah kembali ke lokasi Km 14 yang sudah ada izin amdalnya," jelasnya. Sementara itu, pihak Badan Lingkungan Hidup Kota Sungaipenuh belum bisa dikonfirmasi untuk dimintai komentarnya terkait persoalan sampah. (sap/zen)






BERITA BERIKUTNYA

loading...