Hilallatil: Jadi Serba Salah

Sudah Diperingati, PETI Tetap Beraktivitas

Selasa, 02 Juli 2019 | 10:36:34 WIB

Wakil Bupati Sarolangun, H Hilallatil Badri.
Wakil Bupati Sarolangun, H Hilallatil Badri.

BANGKO-INDEPENDENT.COM, SAROLANGUN -  Menindak lanjuti tewasnya warga Desa Padang Jering, Kecamatan Batang Asai, Sopyan (43) beberapa waktu lalu akibat Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sungai Malko, Kecamatan Limun. Wakil Bupati Sarolangun, H Hilallatil Badri mengaku perlunya sinergitas antara Pemkab dan masyarakat dalam upaya menindak tegas para pelaku PETI.

“Kita sudah berkali-kali mengimbau kepada masyarakat, agar tidak melakukan aktivitas PETI. Namun tetap saja masih ada yang melakukannya, bahkan menimbulkan korban jiwa. Maka dalam hal ini kita perlu sinergitas atau kerjasama dari masyarakat untuk mengatasi persoalan PETI ini,” katanya, Senin (1/7).

Lanjutnya, dalam upaya mengatasi persoalan PETI ini, Pemkab Sarolangun bekerja sama dengan pihak terkait, rutin melakukan penertiban di sejumlah tempat yang diduga terdapat banyak PETI. Kendati demikian, korban jiwa hingga menimbulkan kematian masih sering terjadi.

“Jadi serba salah kita jadinya. Ingin kita tindak secara tegas, tapi mereka merupakan korban. Sementara kita ingatkan, tidak diindahkan dan bahkan sudah ada yang meninggal. Masyarakat masih juga tetap melakukan aktivitas PETI,” ujarnya.

Menurutnya, dalam hal pengawasan PETI, ke depan Pemkab mengimbau dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait dan masyarakat setempat untuk bersama-sama mencari solusi tepat mengatasai persoalan PETI.

“Kita tidak ingin ada korban jiwa lagi. Selain itu, ini juga menyangkut keselamatan lingkungan kita yang kian hari akan semakin rusak, jika aktivitas PETI terus dilaksanakan,” imbuhnya.

Besar harapannya, kesadaran masyarakat akan tumbuh akan bahayanya PETI. “Saya yakin ini bisa kita atasi. Terutama bagi masyarakat yang berada di daerah hulu (Batang Asai-Limun, red) untuk segera menghentikan PETI," imbaunya.

"Berpikirlah untuk masa depan anak cucu kedepan, karena kalau semua lahan baik itu sawah, ladang dan sungai sudah ditambang, anak cucu nantinya akan makan apa,” tutupnya. (rin/zen)






BERITA BERIKUTNYA

loading...