Politisi Senior Tak Setuju Munas Golkar Dipercepat

Kamis, 27 Juni 2019 | 09:28:19 WIB | Dibaca: 198

BANGKO-INDEPENDENT.COM, JAKARTA – Wacana percepatan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar tidak diamini oleh sejumlah tokoh senior partai tersebut. Sesuai jadwal, Munas digelar pada Desember 2019 mendatang. Diduga ada oknum tertentu yang sengaja menggoyang Airlangga Hartarto dari posisinya sebagai ketua umum.

” Saya pikir percepatan Munas tidak perlu. Yang normal saja. Toh sekarang sisa enam bulan lagi. Itu Desember nanti akan munas. Jadi tunggu enam bulan ke depan,” kata mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) di Jakarta, Selasa (25/6).

Menurutnya, sejumlah dewan pimpinan daerah Partai Golkar juga setuju untuk pemilihan ketua umum melalui munas Partai Golkar. Bukan Munas Luar Biasa (Munaslub). Dia mengatakan menyerahkan keputusan tokoh yang akan dicalonkan sebagai ketua umum Partai Golkar kepada seluruh kader partai.

JK mengaku ada dua kader partai berlambang pohon beringin, yakni Bambang Soesatyo dan Aziz Syamsuddin yang menemui dirinya. “Mereka datang saya terima. Kita berdiskusi. Tapi saya lebih condong untuk menunggu yang lebih hak,” jelas JK yang juga Wakil Presiden ini.

Sebelumnya, usulan percepatan Munas disampaikan politisi senior Golkar, Yorrys Raweyai. Menurut Yorrys, Munas harus digelar sebelum presiden terpilih menentukan para menteri di kabinet pada Oktober 2019. Salah satu alasan Munas dipercepat adalah menurunnya perolehan kursi Golkar di DPR RI. Pada Pemilu 2019, Golkar hanya memperoleh 85 kursi di DPR RI.

Hal senada juga disampaikan politisi senior Partai Golkar lainnya, Luhut Binsar Pandjaitan. Dia dengan tegas menolak adanya usulan percepatan Munas. Luhut menilai usulan tersebut tidak diperlukan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ini mengaku tidak pernah mendukung upaya mendorong Munas Golkar berjalan lebih cepat. Menurutnya, lebih baik jika suksesi kepemimpinan Golkar berjalan sebagaimana mestinya. Munas Golkar seharusnya digelar pada Desember 2019 mendatang. “Biarkan semua berproses dengan alamiah. Seharusnya Munas itu dilaksanakan Desember 2019. Nggak lama lagi kan. Sudahlah ikuti mekanisme yang ada,” kata Luhut di Jakarta, Selasa (25/6).

Tak hanya Luhut. Pelaksana Tugas Ketua DPD I Golkar Sumatera Utara, Ahmad Doli Kurnia juga menilai Munas sebaiknya dilaksanakan pada Desember 2019. Menurut Doli, pihaknya taat terhadal konstitusi dan jadwal Munas sebagaimana diatur dalam AD/ART Golkar. “Tidak usah dimajukan dan tidak pula diundur. Semua sudah ditentukan sesuai jadwal,” imbuh Doli.

Munas Golkar, lanjutnya, tidak boleh hanya menjadi kontestasi perebutan jabatan Ketua Umum. Munas Golkar harus menjadi ajang evaluasi terhadap hasil kerja partai dalam satu periode. Termasuk capaian pada Pemilu 2019. “Evaluasi itu harus melibatkan DPP dan pimpinan DPD Provinsi, Kabupaten/Kota, hingga para caleg,” jelasnya.

Terpisah, pengamat politik dari Political and Public Policy Studies, Jerry Massie mengatakan percepatan Munas Partai Golkar dinilai kurang elegan. “Usulan Munas dengan target mengganti ketua umum Airlangga Hartarto hanya usulan segelintir anggota saja,” kata Jerry.

Selain itu, tidak semua elit Partai Golkar menghendaki Munas dipercepat. Dia menduga ada oknum-oknum yang sengaja menggoyang posisi Airlangga. Wacana percepatan Munas Golkar dinilai akan menimbulkan perpecahan dan membuat partai berlambang pohon beringin ini tidak kondusif. “Apabila mau menggelar Munas, harus mengikuti aturan yang berlaku di internal Golkar. Terlebih sudah ada AD/ART yang mengaturnya,” tukas Jerry.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menjelaskan Golkar adalah partai yang sudah matang. Selama ini Golkar sudah teruji dalam penyelesaian konflik internalnya. Menurutnya, ribut-ribut di Golkar sudah biasa. “Setiap intrik di internal partai biasanya tak hanya memiliki satu tujuan. Kepentingan mempercepat Munas bisa jadi salah satu cara mendorong nama-nama kader Golkar ke bursa calon kabinet menteri. Atau hanya untuk menjaga kultur ketua umum hanya satu periode sejak reformasi,” papar Ujang.

(rh/fin)






BERITA BERIKUTNYA

loading...