Ketua Bawaslu Sarolangun Dipanggil Penyidik

Kamis, 27 Juni 2019 | 09:18:04 WIB | Dibaca: 222

Ketua Bawaslu Sarolangun, Edi Martono.
Ketua Bawaslu Sarolangun, Edi Martono. Sarolangun Independent

BANGKO-INDEPENDENT.COM,SAROLANGUN – Perseteruan antara Ketua Bawaslu Sarolangun, Edi Martono dengan Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Jambi dari partai Perindo, M Yongli terus berlanjut. Informasi yang diperoleh, Edi Martono dikabarkan sudah dipanggil pihak Polda Jambi untuk memberikan keterangan, terkait dugaan penerimaan suap dari caleg yang dilaporkan M Yongli beberapa waktu lalu.

“Sudah. Saya diundang ke Polda untuk memberikan klarifikasi terkait laporan tersebut,” kata Edi saat dikonfirmasi via ponsel, Senin (24/6).

Dikatakannya, saat memberikan klarifikasi tersebut, dirinya diminta menjawab beberapa pertanyaan. Sayangnya, dirinya tidak menjelaskan secara rinci berapa dan apa saja pertanyaan yang diajukan. “Lupa saya berapa pertanyaan. Yang jelas semua pertanyaan yang diajukan saya jawab semua,” ujarnya.

Di samping itu, kata Edi, terkait laporannya terhadap M Yongli di Polres Sarolangun juga terus berlanjut. “Yongli sudah dipanggil pihak Polres Sarolangun juga. Untuk tahap selanjutnya kita tetap mengikuti proses yang ada,” timpalnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sarolangun, Iptu Bagus saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemanggilan terhadap M Yongli. Kata dia, saat ini pihaknya akan terus melakukan pengembangan dengan memanggil beberapa saksi dan pihak terkait. “Masih ada beberapa lagi yang akan kita panggil. Yang jelas masih terus berlanjut,” katanya.

Sementara itu, M Yongli saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Kata dia, pihaknya siap mengikuti semua proses yang ada. “Betul saya sudah dipanggil. Setelah aku di Polres. Aku melakukan ini, karena Edi, Azrian dan Dodi tidak mau bayar duit kita yang diambil. Maka ini adalah penipuan. Suara tidak ada, sementara duit diambil dan tidak dikembalikannya, sebanyak Rp 152 juta. Dan yang dikembalikan hanya Rp 30 juta semuanya secara dicicil. Duit itu milik Beni Subagya,” tambahnya.

Sementara itu, terkait laporannya terhadap Edi Martono, Yongli mengatakan saat ini masih dalam tahap pemanggilan pihak terkait untuk keterangan lebih lanjut. “Edi sudah dipanggil. Kemudian Beni Subagya lagi yang akan dipanggil. Setelah itu Azriat dan terakhir Asreanto yang akan dimintai keterangan. Sesudah itu baru menunggu hasil forensik baru selesai,” tutupnya. (rin/zen)






BERITA BERIKUTNYA

loading...