Agus: Jika Ditemukan Unsur Kesengajaan

Petugas Rutan Sungaipenuh Terancam Dipecat

Rabu, 12 Juni 2019 | 16:51:57 WIB

Kakanwil Kemenkum HAM Jambi, Agus Nugroho Yusuf.
Kakanwil Kemenkum HAM Jambi, Agus Nugroho Yusuf.

JAMBI – Terkait kaburnya empat orang narapidana dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas II/B Sungaipenuh, Senin (10/6) kemarin, saat ini pihak Kantor Wilayah Jambi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) RI, juga memeriksa pegawai sipir Rutan yang berjaga saat itu.

Kakanwil Kemkum HAM Provinsi Jambi, Agus Nugroho Yusuf saat dikonfirmasi mengatakan, dari peristiwa tersebut pihaknya melakukan penyelidikan dan menyusun Berita Acara pemeriksaan (BAP) terhadap pegawai dan akan memeberiksan sanksi sebagai efek jera.

“Kami juga akan memeberikan sanksi. Dari BAP kita akan lihat sesuai dengan aturan Pemerintah PP no 53 tahun 2010. Tergantung kesalahannya, kalau memang dia sengaja melakukannya ya langsung kita berhentikan,” kata dia, Selasa (11/6).

Lanjutnya, sanksi pemecatan ini dilakukan apabila ditemuakan adanya unsur kesengajaan dari petugas. Sebab, mengingat waktu ekjadian, informasinya pos jaga atas di Rutan tersebut dalam kondisi kosong karena ditinggal petugas untuk suatu keperluan.

“Ini adalah efek jera, kalau gak gini bakal terulang terus. Kita harus tegas dalam hal ini, tergantung dari kasusnya,” tambahnya.

Agus juga mengimbau kepada Kepala Lapas dan Kepala Rutan yang berada di Provinsi Jambi, untuk selalu waspada agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. “Saya sudah intruksikan kepada semua Lapas di Jambi agar selalu hati-hati dan selalu waspada dalam hal ini dan menjadikan pelajaran agar tak terulang lagi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyerukan Kadiv Pemasyarakatan dan Plt Karutan Klas II/B Sungaipenuh untuk berkordinasi dengan aparat keamanan untuk melakukan pengejaran terhadap napi yang kabur. “Kita juga masih terus melakukan pengejaran pada napi itu,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, empat napi yang kabur yakni, Herman Piton (24) perkara pencurian yang menjalani hukuman 2,6 tahun. Kemudian, Mike Putra Wijaya (37) warga Desa Koto Keras, Kecamatan Pesisir Bukit, perkara narkotika yang menjalani masa hukuman 6 tahun 8 bulan.

Kemudian, Syafrizal alias Syafri (37) warga Gang Umi Amaliyah, Desa Batu VII, Kecamatan Bagan Siapi-Api, Kabupaten Rogan Hilir, Provinsi Riau, yang menjalani masa hukuman 9 tahun penjara. Lalu, Rahmat Dani (24) warga Kumun Hilir, Kecamatan Kumun Debai,Sungaipenuh, yang menjalani masa hukuman selama 5 tahun 6 bulan.

Keempat napi tersebut kabur setelah menjebol tembok di bagian dapur menggunakan sebuah alat. Untuk melancarkan aksinya, empat napi tersebut kabur saat para napi lainnya sedang salat Zuhur, Senin (10/6) sekira pukul 12.45. mereka naik ke Pos Jaga bagian atas, kemudian turun menggunakan kain sarung. (slt/zen)

 



 





BERITA BERIKUTNYA

loading...