Geger, Pria Ini Mengaku sebagai Imam Mahdi

Jumat, 31 Mei 2019 | 17:51:14 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM-Winardi bin Sukirno, seorang pria yang berprofesi sebagai security di sebuah hotel di Jakarta ini mengaku sebagai Imam Mahdi. Ia bahkan kini mempunyai pengikut sebanyak 70 orang. Winardi mengaku mendaoat gelar sebagai Imam Mahdi lantaran mendapat perintah dari Tuhan dalam mimpinya.

Tidak hanya itu, sebuah padepokan yang dipakai sebagai tempat ritualnya,Bedahan, Sawangan, Depok, dibuat berbentuk Ka’ba. Winardi mengaku bisa memberikan pengobatan kepada warga.

Status Imam Mahdi palsunya terbongkar. Berawal dari undangan Halal Bi Halal yang dibuatnya. Dalam undangan itu, Pria asal Cepu, Jawa Tengah ini menulis dirinya sebagai Imam Mahdi.

Tak tinggal diam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, bersama sejumlah ulama dan tokoh masyarakat serta aparat di kantor Kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada Rabu malam, 29 Mei 2019 turun tangan. Mereka medesak Winardi agar taubat.

Di depan MUI dan Masyarakat, Winardi akhirnya minta maaf dan mengaku khilaf. “Saya khilaf dan menyesal. Saya meminta ampun (tobat) kepada Allah SWT. Semoga pengikut saya sebanyak 70 orang dapat bertobat semuanya dan ikut ajaran agama Islam yang benar,” kata Winardi.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi KH Masduki Baidlowi mengatakan, latarbelakang Winardi yang mengaku sebagai Imam Mahdi, diduga karena kondisi ekonomi dan kesalahan dalam memahami konsep agama.

“Iya biasanya ada latarbelakang ketidakadilan menurut dia, ada latarbelakang kemiskinan, dia melihat fenomena itu lantas kemudian dia mengaku Imam Mahdi tetapi itu gejala yang pemahaman konsep keagamaan yang salah, ya awam lah. Yang ikut dan diikuti sama-sama tidak paham secara mendalam ilmu keagamaan,” kata Masduki, Kamis (30/5/2019).

Masduki mengatakan pengakuan Imam Mahdi tersebut biasanya bermodus penipuan. Tapi dirinya ingin berkoordinasi dengan MUI Depok hingga Ormas Islam di Depok untuk mengetahui peristiwa sebenarnya.

“Saya mengimbau kepada masyarakat Muslim tidak percaya orang yang mengaku-ngaku Imam Mahdi karena biasanya klaim terhadap pengakuan diri sebagai Imam Mahdi atau Mahdiisme itu biasanya kedoknya bisa jadi bentuk penipuan. Walaupun kami nanti akan berkoordinasi dengan MUI Depok dan ormas Islam lain untuk berkoordinasi dan melakukan langkah-langkah konstruktif apa yang terjadi sebenarnya,” tuturnya. (**/fin)






BERITA BERIKUTNYA

loading...