Ngaku Diupah Rp 1 Juta

Gadis Seksi Jadi Kurir Sabu

Rabu, 15 Mei 2019 | 07:19:49 WIB

KURIR: RR, pegawai di salah satu salon Kota Jambi. Ia nekat jadi kurir sabu, karena pendapatannya dari salon tidak mencukupi.
KURIR: RR, pegawai di salah satu salon Kota Jambi. Ia nekat jadi kurir sabu, karena pendapatannya dari salon tidak mencukupi. Amirudin/Jambi Independent

BANGKO-INDEPENDENT.COM, MUARASABAK - RR (20) Gadis cantik bertubuh seksi yang diketahui bekerja sebagai pegawai salon di Kota Jambi, terpaksa digelandang pihak BNNK Tanjab Timur. Masalahnya, RR ditangkap pada 29 April lalu, saat hendak masuk ke Lapas Narkotika Muarasabak dengan membawa sabu sebanyak sepuluh paket kecil. Parahnya, pemesan sabu dari dalam Lapas ternyata MRA, tersangka titipan Polres Tanjab Timur. 

 

Kurir cantik, yang diamankan petugas BNNK tersebut tepat di depan LP Narkotika Muara Sabak. Ketika hendak mengantarkan sabu ke pemesan yang berada di lapas Narkotika Muara Sabak. Modus tersangka sendiri sebagai pengunjun. Namun membawa sabu atas pemesanan tersangka yang ada di Lapas, yang statusnya bukan napi.

 

"Inisialnya MRA merupakan napi titipan Polres Tanjab Timur, dan saat ini masih dalam tahap pengembangan," Kata AKBP Cecep Subaryat, Kepala BNN Tanjab Timur-Tanjab Barat, Senin (13/5).

 

Informasinya, RR kedapatan menyimpan sabu di dalam sepatu bewarna putih yang dipakainya saat itu. Sabu itu dibungkus dalam plastik bening, lalu dibungkus menggunakan tisu. Kemudian RR membungkusnya lagi menggunakan sobekan asoi hitam dan disimpan. Rupanya, petugas BNNK Tanjab Timur-Tanjab Barat telah melakukan penyelidikan selama sebulan. Untuk total BB yang diamankan ada sepuluh paket sabu dengan berat 2,200 gram.

 

Tak hanya itu, brang bukti lainnya juga ditemukan petugas dari hasil pengembangan di rumah RR di Kota Jambi kawasan Beringin. “Diketahui tersangka ini selain berperan sebagai kurir juga sebagai pemakai. Itu diketahui dari hasil tes urine yang kita lakukan,” jelas Cecep.

 

Dalam menjalankan aksinya tersebut RR dibayar Rp 1.000.000 oleh pemesan untuk sekali antar. Karena tergiur akan uang, RR menerima tawaran sebelum akhirnya tertangkap. RR mengaku penghasilannya, yang jauh-jauh merantau dari Pekan Baru, Riau sebagai pegawai salon tidak cukup. Makanya, dirinya menerima tawaran untuk mengantar sabu.

 

"Kalau asal barang, kita masih kembangkan. Harapan kita ini dapat segera terungkap, karena ini kita duga jaringannya antar Provinsi," tambahnya.

 

Ketika disinggung ada keterkaitan tidaknya dengan jaringan lapas, Cecep sebut untuk sementara tidak ada. Karena pemesan masih tersangka titipan, dan masih dalam pemeriksaan pihak Polres. Bukan napi.

 

"Untuk tersangka dijerat UU No 35 tahun 2009 pasal 114 ayat 1 112 ayat 1 tambah 127 karena pemakai. Dengan ancaman di atas 5 tahun,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kalapas Narkotika Muarasabak Roni mengatakan, sangat mendukung upaya pemberantasan Narkotika, begitu juga di dalam Lapas. Untuk pemesan kata Roni, telah diputus komunikasinya. MRA tidak diperbolehkan dijenguk oleh siapapun. "Kita sudah persempit geraknya. Dia tidak boleh dijenguk sampai waktu yang tidak ditentukan," katanya. (ami/zen)






BERITA BERIKUTNYA

loading...