Empat Mayat Ditemukan di Sarolangun

Selasa, 14 Mei 2019 | 14:06:56 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM, SAROLANGUN — Masyarakat Kabupaten Sarolangun dihebohkan atas penemuan empat mayat dalam seminggu terakhir ini. Empat mayat tersebut ditemukan di tempat yang berbeda. Pertama, mayat Buyung (25) ditemukan di RT 04 Dusun Sungai Benteng, Desa Mounti, Limun, Sarolangun, pada Sabtu 4 Mei 2019. 

Berjarak empat hari kemudian, warga kembali menemukan mayat Riska Duantri (15) di jalan Sarolangun-Tembesi Km 20 Desa Batu Ampar, Pauh, Sarolangun. Setelah Riska, mayat Rono (77) ditemukan di Bathin VIII, Sarolangun pada Jumat (10/5). 

Hanya berselang satu hari kemudian, warga kembali menemukan mayat  Yanto Silalahi (29) di Kecamatan Air Hitam, Sarolangun.

Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, membenarkan penemuan empat mayat tersebut. “Ya benar. Penyebabnya beragam. Ada yang karena sakit dan ada juga diduga yang jadi korban pembunuhan,” ungkapnya kepada wartawan, Minggu (12/5).  

Kata dia, mayat pertama atas nama Buyung merupakan korban pembunuhan oleh temannya sendiri. Korban dibunuh dengan cara ditikam oleh Agung (35) warga Desa Marasi, Sumsel. Ini lantaran korban dituduh mencuri ponsel milik pelaku. “Untuk yang diduga korban pembunuhan, penyidik telah mengetahui identitas terduga pelaku dan saat ini masih dalam proses pencarian,” katanya.

Sementara, mayat kedua atas nama Riska Duantri (15) salah satu pelajar di Kecamatan Pauh, Sarolangun, diduga menjadi korban tabrak lari. Jasad korban ditemukan tujuh jam kemudian setelah ditabrak Truk Mitsubishi Center, yang melaju kencang dari arah Jambi menuju Sarolangun. “Pelaku dan mobilnya masih kita lakukan pengejaran hingga saat ini,” ujarnya.

Selanjutnya, mayat ketiga atas nama Rono (77) yang tak lain Purnawirawan TNI ditemukan tewas di salah satu perkebunan sawit milik warga Dusun Kukus, Kelurahan Limbur Tembesi, Bathin VIII, Sarolangun pada Jumat (10/5) sekira pukul 10.00.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban diketahui sudah cukup tua dan pikun. "Menurut keterangan dari dokter, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Korban diduga tewas karena sakit," terangnya.

Terakhir, mayat atas nama Yanto Silalahi (29) warga Kecamatan Pauh, Sarolangun, ditemukan sudah membusuk di Sungai Landak, Desa Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam Sarolangun, pada Sabtu (11/5) sekira pukul 20.00. “Sampai saat ini, kita masih melakukan penyidikan dan penggalian informasi terkait fakta-fakta penyebab sebenarnya meninggalnya korban,” pungkasnya. (rin/skm)






BERITA BERIKUTNYA

loading...