DPRD Provinsi Jambi

70 Persen Lebih Pendatang Baru

Senin, 13 Mei 2019 | 17:44:07 WIB

BANGKO-INDEPENDENT.COM, JAMBI - Proses pleno rekapilutasi Pemilihan Umun Tahun 2019 di tingkat KPU Provinsi Jambi, akhirnya rampung. Setelah tiga hari berlangsung, pembacaan hasil final untuk suara Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota berjalan lancar dan aman. 

Dari pantauan Jambi Independent pada rapat pleno, khusus rekap suara caleg DPRD Provinsi Jambi ada 55 nama caleg sebagai pemenang.(selengkapnya lihat Grafis).

Pelaksanaan rapat pleno sendiri, dipimpin oleh lima orang komisioner KPU Provinsi Jambi, dalam prosesnya, ada 11 KPU Kabupaten/Kota secara bergantian membacakan hasil pleno ditingkat masing masing Kabupaten/Kota yang dipertanggungjawabkan ke KPU Provinsi Jambi dan Bawaslu Provinsi Jambi.

Terdapat ada beberapa perdebatan panjang dari saksi partai politik terkait dengan hasil akhir rapat pleno terbuka 2019 di masing masing KPU Kabupaten/Kota pada pleno Provinsi ini.

Contohnya, saksi dari Partai Gerindra yang mempertanyakan tidak dilaksanakannya pemungutan suara ulang (PSU, red) oleh KPU Sarolangun di dua titik TPS di Kabupaten Sarolangun. 

Serta Saksi dari PDI Perjuangan dan Partai Golkar, sama sama mempertanyakan tidak dilaksanakannya PSU di Lapas Jambi, dan RS Jiwa Jambi. Lalu, dituju kepada KPU Merangin, saksi dari Partai Perindo mempertanyakan soal pengelembungan suara partai Hanura.

Dari beberapa perdebatan panjang ini, sehingga menjelang waktu istirahat pimpinan sidang beserta para saksi partai politik bersepakat untuk menskorsing rapat pleno. Ada sekitar lima kali skorsing selama tiga hari proses pleno berlangsung. Jumlah skorsing ini, tidak termasuk dalam jedah istirahat.

Komisioner KPU Provinsi Jambi Sanusi mengungkapkan, selama proses rapat pleno ini memang terdapat beberapa perbedataan data di DA1. Namun, setelah melalui proses dan kesepakatan, akhirnya bawaslu dan saksi dari masing masing parpol menyetujui hasil dari Pleno tingkat Provinsi Jambi.

"Alhamdulillah semua tanda tangan, namun ada beberapa catatan yang direkomendasikan ke DKPP dan MK. Dan itu sah sah saja memang sudah menjadi mekanismenya ya,"singkatnya.

Sementara, Bawaslu Provinsi Jambi, Fahrul Rozi mengungkapkan, untuk beberapa permasalahan yang ditangani Bawaslu sendiri, tim sedang melakukan penyelidikan dilapangan. Dan beberapa yang menjadi catatan itu tetap menjadi rekomendasi. 

"Kalau untuk beberapa persoalan yang terungkap dan yang sudah diproses tetap terus berjalan. Tim kita lagi menyelidiki dilapangan, apakah nantinya masuk kedalam unsur pidana dan administratif,"singkat Fahrul Rozi.(muz)






BERITA BERIKUTNYA

loading...