Di Area Konsesi PTAJ

Gajah Betina Ditemukan Mati

Senin, 13 Mei 2019 | 17:27:29 WIB

SAMPEL : Dokter hewan bersama pihak BKSDA Jambi ketika mengambil sejumlah sampel organ tubuh gajah untuk dibawa ke laboratorium guna mengetahi penyebab kematian.
SAMPEL : Dokter hewan bersama pihak BKSDA Jambi ketika mengambil sejumlah sampel organ tubuh gajah untuk dibawa ke laboratorium guna mengetahi penyebab kematian.

BANGKO-INDEPENDENT.COM, Muratebo - Seekor gajah berjenis kelamin betina ditemukan mati dan membusuk diarea  konsesi PT Lestari Asri Jaya (LAJ), tepatnya di Desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. Penemuan bangkai gajah ini terjadi Rabu (8/5) sekitar  10.00. bangkai gajah itu ditemukan pertama kali oleh petugas Ranger PT  LAJ kemudian langsung dilaporkan kepada pihak BKSDA dan Polres Tebo.


 General Manager (GM) PT LAJ, Widiarsono mengakui adanya temuan tersebut. Dan bangkai yang sudah hampir membusuk sudah ditangani tim penyelidik BKSDA dan Polres Tebo. “Apa penyebab kematian gajah itu, kita belum tahu. Terkait dugaan diracun, tanya saja ke penyelidik,” ungkap  Widiarsono.


Kematian seekor gajah betina ini langsung tercium pihak BKSDA dan Polres Tebo. Tim langsung melakukan pengecekan dilokasi. Di lokasi tempat penemuan gajah, Tim juga mendatangkan Dokter hewan untuk mengetahui apa penyebab kematian gajah.


Di lokasi dokter hewan mengambil sejumlah organ tubuh gajah berupa Jantung, hati, isi lambung, limpa dan paru untuk dijadikan Sample. Sejumlah sampel itu dibawa ke laboratorium. Setelah dilakukan pengambilan sampel organ tubuh gajah, kemudian bangkai gajah langsung dilakukan penguburan di TKP yang dilakukan oleh pihak BKSDA Jambi.


Meski belum tau persis apa penyebab kematian gajah, namun sedikitnya pihak BKSDA mengamankan sejumlah barang bukti (BB) dilokasi kejadian yang diduga penyebab kematian satwa yang dilindungi ini. Barang buktinya yaitu berupa 1 jeriken di duga bekas racun rumput di pondok 1, kecambah jagung merah di lokasi pondok ke 2. Selain itu, Tim juga menemukan 1 ekor Gajah yang telah Mati, 2 Pondok warga yang telah rusak, tanaman kelapa sawit yang Rusak dan kotoran gajah.


Ketua Tim BKSDA Jeprianto saat dikonfirmasi mengatakan bahwa saat ini Tim BKSDA dan Polres Tebo masih menyelidiki penyebab kematian gajah dengan cara mengambil sample dari organ tubuh gajah yang dilakukan Dokter hewan.


“Bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidik invesigasi. Hasilnya baru diketahui setelah dibawa ke Laboratorium,” jelasnya. (bi/din)






BERITA BERIKUTNYA

loading...