Riska Tewas Diduga Dihantam Truk

Tujuh Jam Baru Ditemukan

Sabtu, 11 Mei 2019 | 16:52:48 WIB

OLAH TKP: Petugas kepolisian, saat melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi. Terkait tewasnya Riska, yang diduga menjadi korban tabrak lari. IST
OLAH TKP: Petugas kepolisian, saat melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi. Terkait tewasnya Riska, yang diduga menjadi korban tabrak lari. IST

BANGKO-INDEPENDENT.COM, SAROLANGUN – Riska Duantri (15), pelajar salah satu sekolah di Kecamatan Pauh, ditemukan tewas tergeletak di pinggir jalan, tepatnya di jalan Sarolangun-Tembesi kilometer 20 Desa Batu Ampar, Kecamatan Pauh. Riska diduga menjadi korban tabrak lari, pada Rabu (8/5) sekira pukul 22.00.

 

Kapolres Sarolangun, AKBP Dadan Wira Laksana melalui Kasat Lantas, Iptu Angga Luvyanto saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Kata dia, mendapat informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi Laka Lantas, pihaknya langsung turun untuk melakukan pengecekan TKP.

 

“Kita terima laporan pengaduan pada Kamis (9/5) pukul 06.00. hasil Cek TKP, benar telah terjadi Laka Lantas atas korban bernama Riska Duantri,” katanya.

 

Dikatakan, bahwa korban saat itu ditemukan dalam keadaan sudah tewas, dengan kondisi tubuh sudah kaku. “Karena baru ditemukan setelah tujuh jam. Kalau dugaan sementara, berdasarkan hasil visum luar di Puskesmas Pauh, diduga karena tabrak lari,” ungkap Iptu Angga.

 

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan awal serta barang bukti yang ada, korban diduga ditabrak oleh kenderaan jenis Truck Mitsubishi Center, yang melaju kencang dari arah Jambi menuju Sarolangun. “Pelaku dan mobilnya masih kita lakukan pengejaran hingga saat ini,” timpalnya.

 

Sementara, untuk Barang Bukti (BB) yang diamankan, yakni pecahan kaca lampu mobil dan bagian komponen mobil jenis Mitsubishi Center. Selain itu, pihaknya juga mengamankan satu unit ponsel milik korban yang ditemukan tidak jauh dari TKP. “Korban sudah dibawa ke rumah duka oleh keluarga untuk disemayamkan. Sementara kasus ini akan terus kita dalami,” ujarnya.

 

Terpisah, Kades Batu Ampar, Sri Damayanti saat dikonfirmasi mengaku tak mengetahui pasti, kronologis kejadian tersebut. Namun pihak keluarga sempat melapor bahwa korban belum pulang ke rumah. “Orang tua korban sempat melapor telah kehilangan anaknya sekira pukul 22.00 Rabu malam kemarin. Jadi malam tadi kita lakukan upaya pencarian, dan pagi tadi (kemarin,red) sekira pukul 06.00, korban ditemukan sudah meninggal dunia di pinggir jalan,” pungkasnya. (rin/zen)






BERITA BERIKUTNYA

loading...